Bandung Zoo Dibuka Terbatas Saat Libur Nataru, Tiket Gratis Diganti Donasi Seikhlasnya
Bandung Zoo tetap diminati saat libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Dibuka terbatas dan gratis, pengelola mengandalkan donasi untuk pakan satwa.
Bandung Zoo masih menjadi tujuan wisata masyarakat selama libur Natal 2025 dan pergantian Tahun Baru 2026.
Ketertarikan pengunjung tetap tinggi meski kebun binatang tersebut tengah menghadapi kendala operasional akibat polemik internal.
Pada Minggu (28/12), Bandung Zoo sempat mengumumkan penutupan operasional. Namun, membludaknya pengunjung membuat pengelola kembali membuka kawasan secara terbatas mulai pukul 09.00 WIB hingga sekitar pukul 12.00 WIB. Dalam kondisi normal, operasional biasanya berlangsung hingga pukul 16.00 WIB.
Selama pembukaan terbatas ini, pengunjung tidak dikenakan tiket masuk. Pihak pengelola menerapkan skema donasi seikhlasnya, yang telah berjalan sejak empat hari terakhir.
Area parkir tampak padat oleh kendaraan roda dua dan roda empat, sementara ribuan pengunjung terlihat berkeliling bersama keluarga.
Ari (36), warga Ciumbuleuit, datang bersama istri dan anak-anaknya sejak pagi. Ia mengaku mengetahui informasi penutupan, namun tetap masuk setelah melihat banyaknya pengunjung.
“Tahu, awalnya kita itu mau ke taman film, pas lewat lagi rame kebetulan langsung ke sini,” ujarnya.
“Da saya mah asli orang sini,” katanya.
Istri Ari, Erni (36), menilai pembukaan kembali Bandung Zoo membantu warga yang ingin berlibur bersama keluarga. Ia menyebut lokasinya strategis dan biaya relatif terjangkau.
“Kesatu deket ya, saya dari Ciumbuleuit, jadi ibaratnya mau jalan kaki, mau pakai angkutan umum juga deket, terus tempatnya juga nyaman luas. Terus seperti makanan juga bisa kita bawa dari rumah. Kalo ke tempat lain mahal biayanya,” ujarnya.
Erni juga menyebut kunjungan ini menjadi pengalaman pertama anak keduanya ke Bandung Zoo.
“Ini sama anak yang kedua pertama kali kebetulan. Udah umur setahun dia mau ke sini eh ditutup. Eh kebetulan hari ini dibuka, antre gak apa-apa. Kalau kakaknya sih pernah sebelum covid juga,” ujar Erni.
Kondisi Satwa, Keterbatasan Pakan, dan Skema Donasi
Juru Bicara Karyawan Bandung Zoo, Sulhan Syafi’i, memastikan kondisi satwa tetap terpantau baik. Saat ini terdapat 711 satwa dari 126 spesies, dengan sejumlah kelahiran baru dalam empat bulan terakhir.
Namun, ia mengakui menurunnya pemasukan dari tiket berdampak pada pengadaan pakan. Sejak empat bulan terakhir, dana pakan semakin terbatas sehingga karyawan melakukan patungan dan membuka donasi dari masyarakat.
“Kemudian kita karyawan patungan, kemudian membuka donasi dari luar. Tapi pakan yang kita beli itu tetap cukup untuk satwa. Karena itu tidak boleh dikurangi, karena bagian dari menjaga kesejahteraan satwa itu,” ujarnya.
Untuk efisiensi, pakan karnivora kini lebih banyak menggunakan daging ayam dibanding sapi. Sementara pakan herbivora dipenuhi dari rumput yang ditanam di area kebun binatang. Tujuh kolam juga dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pakan satwa pemakan ikan.
Donasi pakan dibuka sejak awal Desember dengan skema pembayaran langsung ke rekening vendor penyedia pakan. Kebutuhan pakan satwa mencapai sekitar Rp15 juta per hari atau sekitar Rp415 juta per bulan. Hingga kini, donasi yang terkumpul diperkirakan sekitar Rp100 juta.
Pengunjung juga diperbolehkan menyumbang bahan pangan melalui keranjang yang disediakan petugas, tanpa memberikan langsung kepada satwa. Selain itu, komunikasi dengan pemerintah telah dilakukan, termasuk rencana dukungan pakan dari Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Barat.
“Memang lagi proses. Sepertinya hari ini, tapi aku belum tahu harus nanti di rapat. Apakah hari ini mereka mulai bayar atau tidak itu baru nanti sore kita dapat kejelasannya,” tuturnya.
Pihak karyawan berharap operasional Bandung Zoo dapat kembali berjalan normal dengan sistem tiket untuk menopang biaya pakan, operasional, dan kebutuhan pekerja.
“Ya pengen cepat dibuka lagi dengan tiket. Kalau dengan tiket kita tuh bagus. Pakan tertutupi, operasional cukup, sama karyawan juga cukup,” harapnya.