Pemasukan Utama Berkurang Sepekan Ditutup, Bagaimana Nasib Satwa di Bandung Zoo?
Kondisi ini pun dikhawatirkan akan berdampak pada perawatan satwa-satwa di sana.
Hampir sepekan Bandung Zoo belum beroperasional sejak diumumkan tutup sementara pada Rabu (6/8) lalu, terkait konflik internal pihak pengelola. Kondisi ini pun dikhawatirkan akan berdampak pada perawatan satwa-satwa di sana.
Humas manajemen lama dari Yayasan Margasatwa Tamansari (YMT), selaku pengelola Bandung Zoo, Sulhan Syafi'i mengatakan, kebutuhan operasional Bandung Zoo paling besar diperoleh dari penjualan tiket, termasuk untuk mengurus satwa. Penutupan Bandung Zoo pun berdampak pada pemasukan ke kebun binatang tersebut.
“Yang terbesar memang dari pengunjung,” kata Sulhan kepada awak media pada Senin (11/8).
“Kedua dari parkir, sewa-sewa booth atau tenant, kemudian resto. Ketiga dari lain-lain, seperti sumbangan. Tapi ya 0,0 sekian dibanding tiket yang paling besar,” ujar dia.
Perawatan Binatang
Kendati belum beroperasional kembali, Sulhan mengatakan para pekerja tetap melakukan perawatan terhadap satwa. Ada sekitar 40 orang lebih keeper yang melakukan perawatan terhadap sekitar 700 satwa di Bandung Zoo, termasuk melakukan perawatan atas fasilitas yang ada.
“Jumlah satwanya hampir 700, belum termasuk kebersihan, itu semua harus kita jaga,” ujar dia.
“Kita itu komitmen sampai kapanpun akan penuhi pakan buat satwa juga upah karyawan,” kata Sulhan.
Sementara itu, Kuasa Hukum pengelola lama Yayasan Margasatwa Tamansari (YMT), Jutek Bongso, menyatakan pihak kliennya khawatir timbul masalah terkait pengelolaan bila penutupan Bandung Zoo berkepanjangan.
Sebab, di samping mengandalkan pendapatan dari pengunjung, biaya perawatan Bandung Zoo sendiri menurut dia tidak sedikit. Ia menyebut bahwa untuk biaya perawatan satwa saja ongkos yang dibutuhkan ditaksir Rp400 juta per bulan atau sekitar Rp13 juta lebih saban harinya.
“Yang jelas informasi yang kami dapat, rata-rata Rp400 juta perbulan minimal untuk biaya makan satwa. Bayangkan jika itu (Bandung) ditutup setiap bulan, ini akan memperparah persoalan timbul masalah,” ucap dia.
Saat ditanya sampai kapan Bandung Zoo tutup, Jutek bilang pihaknya belum bisa memastikan.
“Saya pikir ini harus secepatnya ditanggulangi,” imbuh dia.