Polisi Selidiki Ledakan Pabrik Herbal di Semarang, Satu Pekerja Meninggal dan Delapan Terluka

Area pabrik kini telah dipasangi garis polisi dan seluruh aktivitas produksi dihentikan sementara hingga proses penyelidikan selesai.

Danny Adriadhi Utama
Oleh Danny Adriadhi Utama - Reporter
Polisi Selidiki Ledakan Pabrik Herbal di Semarang, Satu Pekerja Meninggal dan Delapan Terluka
Polisi Selidiki Ledakan Pabrik Herbal di Semarang, Satu Pekerja Meninggal dan Delapan Terluka (Merdeka.com)

Polisi masih melakukan penyelidikan terkait ledakan pabrik PT Raw Botanical Nusantara di Kawasan Industri Candi (KIC) Semarang, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, Rabu (1/7). Penyelidikan dilakukan untuk mengungkap penyebab pasti ledakan yang menyebabkan sejumlah pekerja menjadi korban.

Kapolsek Ngaliyan, Kompol Aliet Alphard, mengatakan untuk proses penyelidikan, petugas sedang mengumpulkan keterangan dan bukti di lokasi. Area pabrik kini telah dipasangi garis polisi dan seluruh aktivitas produksi dihentikan sementara hingga proses penyelidikan selesai.

"Kita masih lakukan olah tempat kejadian perkara dengan mengumpulkan keterangan dan bukti di lokasi untuk pemeriksaan lanjut," kata dia.

Kejadian berawal ketika karyawan sedang melakukan aktifitas di ruang produksi. Tiba-tiba terjadi ledakan berasal dari tabung sterilisasi yang berada di ruang produksi pabrik, Rabu (1/7) 09.56 WIB.

"Ledakan berasal tabung sterilisasi, kemudian terbakar. Untuk korban ada tujuh luka bakar dan satu meninggal dunia," jelasnya.

Seluruh korban diketahui merupakan pekerja yang sedang menjalankan aktivitas produksi saat ledakan terjadi. Enam pekerja yang mengalami luka telah teridentifikasi, yakni Adi Riska, Ilham Ismail, Wahyu Setyadi, M. Alba Alamzah, Imam Taufik, dan Saifudin.

Polisi Selidiki Ledakan Pabrik Herbal di Semarang, Satu Pekerja Meninggal dan Delapan Terluka
Polisi Selidiki Ledakan Pabrik Herbal di Semarang, Satu Pekerja Meninggal dan Delapan Terluka Danny Adriadhi Utama

Sementara satu korban luka lainnya juga sebagai pekerja bagian produksi. Para korban mengalami sejumlah cedera, mulai dari luka bakar ringan hingga sedang, serta luka akibat terkena pecahan kaca dan material bangunan yang runtuh setelah terdampak ledakan.

Sedangkan Muhammad Brian dinyatakan meninggal dunia setelah mengalami luka parah akibat ledakan yang kemudian disusul kebakaran di area pabrik. Bangun juga terlihat temboknya roboh.

"Korban meninggal akibat dampak ledakan dan terbakar," ujarnya.

Polisi sementara menduga ledakan dipicu tekanan tinggi di dalam tabung sterilisasi. Sebab terdapat air di dalam tabung.

"Karena pemanasan, kemungkinan tabung tidak kuat menahan tekanan sehingga terjadi ledakan," jelasnya.

Polisi juga masih menelusuri, termasuk dugaan adanya bahan kimia maupun proses produksi yang sedang berlangsung saat kejadian. PT Raw Botanical Nusantara bukan merupakan pabrik yang beroperasi setiap hari.

"Jadi aktivitas produksi hanya dilakukan ketika terdapat permintaan atau pesanan," ujarnya.

Adapun, produk yang dihasilkan perusahaan tersebut diketahui berorientasi ekspor. Namun, jenis produk yang sedang diproses saat ledakan terjadi masih dalam penyelidikan. Saat ini, polisi sudah memasang garis polisi di lokasi kejadian, sementara aktivitas produksi dihentikan sementara hingga proses penyelidikan selesai.

"TKP sudah kami police line. Produksinya ditutup dan menunggu penyelidikan dari Polrestabes Semarang," katanya. 

Rekomendasi