Bara JP Sowan Jokowi, Diminta Konsisten Dukung Prabowo-Gibran 2 Periode
Rombongan dipimpin Ketua Umum, Willem Frans Ansanay didampingi Ketua Harian Abdullah Adli Abdullah, Sekjen Boy Nababan dan lainnya.
Sejumlah petinggi Organisasi Barisan Relawan Jokowi Presiden (Bara JP), menemui Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) di kediaman pribadi Jalan Kutai Utara No 01, Sumber, Solo, Jumat (13/2).
Rombongan dipimpin Ketua Umum, Willem Frans Ansanay didampingi Ketua Harian Abdullah Adli Abdullah, Sekjen Boy Nababan dan lainnya.
Selama 1 jam 15 menit mereka berdiskusi dengan ayah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
"Kebetulan kita kesini ini karena kebiasaan kami dengan bapak adalah selalu berdiskusi tentang bagaimana konsolidasi Bara JP. Konsolidasi Bara JP sesuai dengan beberapa tema yang sudah kami kemukakan waktu ketemu bapak di sini," ujar Willem.
"Kita bicara tentang Prabowo-Jokowi dan dua periode. Nah, diskusi kami seputar itu dan arahan bapak supaya Bara JP terus konsisten dengan perjuangan Prabowo Subianto dua periode," jelasnya.
Intinya, lanjut dia, pihaknya diamanatkan agar mendukung pemerintahan Prabowo Subianto dua periode itu sejak bulan September 2024.
Namun dalam perkembangannya, ada sejumlah partai yang juga menyampaikan figur-figur wakil presiden. Di antaranya PKB, PAN dan tidak menutup kemungkinan dari partai-partai lain.
"Nah, karena itu pertemuan kami ini juga kami coba diskusikan bagi kami para juru pandangannya adalah pemerintahan Prabowo Subianto itu adalah pemerintahan keberlanjutan," ucapnya.
Pemerintahan Berganti Pasangan Tak Baik Bagi Bangsa
Willem menilai pemerintahan berganti pasangan di tengah jalan cenderung tidak konsisten terhadap niat membangun bangsa secara baik.
"Pak Jokowi itu sudah meletakkan dasar ya, dasar pembangunan dalam teks Nawacita itu. Kemudian diteruskan oleh Pak Prabowo dan Mas Gibran dengan Asta Cita dan program-program prioritas. Nah, kalau misalkan ini terganggu di tengah jalan, kita bisa bayangkan bagaimana pemerintahan kita akan tidak melakukan kegiatan membangun masyarakat dengan baik," ungkap Willem.
Willem menegaskan, dirinya yang orang Papua dan masyarakat Indonesia Timur, butuh pembangunan yang berkelanjutan. Supaya pondasi-pondasi yang sudah diberikan oleh pemerintahan Jokowi bisa diteruskan. Tidak harus diganti di tengah jalan.
"Sehingga itulah persepsi paradigma kami Bara JP. Mendukung apa yang disampaikan oleh Pak Jokowi bahwa pemerintahan Prabowo-Mas Gibran itu dua periode," tandasnya.
Ia menyebut, apa yang dikemukakan merupakan aspirasi dari masyarakat Indonesia di berbagai wilayah sebagaimana penjaringan Bara JP lewat perwakilan di beberapa daerah.
"Jadi, negara ini kalau mau dibangun tidak bisa putus-putus kepemimpinannya 5 tahun sekali," tegasnya.
Agar tidak carut-marut, lanjut dia, pembangunan harus berlanjut sampai bagaimana menjawab bonus demografi bangsa memasuki 2045.
"Generasi baru ini mau dibawa ke mana? Kalau ada kecenderungan menggonta ganti pemimpin nasional di tengah jalan," pungkasnya.