Bahas Kasus Korupsi, Komisi III DPR Rapat Tertutup dengan Jampidsus Kejagung
RDP ini mendengarkan penjelasan terkait penanganan perkara-perkara pemberantasan korupsi yang menarik perhatian publik.
Komisi III DPR RI menggelar rapat tertutup dengan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah.
Diketahui, agenda Rapat Dengar Pendapat (RDP) ini untuk mendengarkan penjelasan terkait penanganan perkara-perkara pemberantasan korupsi yang menarik perhatian publik.
Awalnya, Wakil Ketua Komisi III Rano Alfath mengatakan, rapat tersebut merupakan tindak lanjut dari rapat sebelumnya yang membahas beberapa kasus, seperti perkara Tom Lembong.
Kendati demikian, politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini tidak menyebut perkara yang dibahas pada rapat kali ini.
"Ini sebetulnya tindak lanjut dari rapat sebelumnya bapak Jaksa Agung kita membahas beberapa perkara, kemarin termasuk kasus Pak Tom Lembong hari ini mau lebih dalam dalam hal banyak perkara yang memang banyak mencuri perhatian publik dan menonjol dan sekarang menjadi pembicaraan publik yang luar biasa dari penanganan Kejaksaan Agung," kata Rano saat memimpin rapat di Ruang Rapat Komisi III DPR, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (5/3).
Mayoritas Fraksi Ingin Rapat Tertutup
Kemudian, dia menanyakan kepada delapan fraksi yang hadir apakah rapat bisa digelar terbuka atau tertutup. Anggota Komisi III DPR dari Fraksi Demokrat Benny K Harman mengusulkan agar rapat digelar secara terbuka apabila ada hal-hal khusus.
"Jadi begini, kita lihat karena ini kan banyak juga perkara-perkara yang masih dalam proses penyelidikan atau penyidikan. Nah makanya nanti per partai ini, sudah makanya kita sepakati dulu. Berarti per poksi dulu ya," ujar Rano.
Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) juga ingin rapat terbuka. Meski begitu, rapat tetap disepakati tertutup karena mayoritas fraksi meminta agar rapat tertutup.
"Jadi begini aja, ini karena sebagian besar mengharapkan tertutup kita buat rapat tertutup. Kalau nanti ada sesuatu yang sifatnya umum terbuka. Bisa kita sampaikan opsi terbuka. Tapi hari ini kita bikin agenda ini kita putuskan rapat tertutup ya," pungkasnya.