Anggota TNI Diduga Aniaya Sopir Travel Gara-Gara Paket Telat Datang
Bambang mengakui kronologi kejadian belum sepenuhnya terungkap karena keterbatasan informasi dan minimnya keterangan dari korban.
Kasus dugaan penganiayaan kembali mencuat di wilayah Depok, kali ini diduga melibatkan anggota TNI dan seorang sopir travel sebagai korban. Peristiwa ini terjadi saat pengemudi sedang mengantarkan paket ke kawasan asrama militer di Cilodong, Depok.
“Sehingga ada timbul kekecewaan dari pelanggan yang mengirimkan barang melalui travel tersebut. Iya (ada keterlambatan pengiriman),” kata Kasat Reskrim Polres Metro Depok, AKBP Bambang Prakoso, Jumat (6/6).
Pengemudi travel itu sebelumnya mendapat amanat untuk mengantar sebuah paket dari pengirim asal Jawa Barat ke penerima di asrama. Namun, ia lebih dulu mengantar penumpang sebelum mengantarkan paket, yang akhirnya menimbulkan kekecewaan pihak pengirim.
Pemicu dan Kronologi Masih Didalami
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih menyelidiki motif pasti dari penganiayaan tersebut. Bambang mengakui kronologi kejadian belum sepenuhnya terungkap karena keterbatasan informasi dan minimnya keterangan dari korban.
“Kalau penyebab pastinya kami belum bisa sampaikan, karena keterangan yang kami dapatkan masih sangat terbatas. Kalau dugaan dari korban bahwa ada kalimat atau bahasa dari senior ke junior yang salah diterjemahkan, begitu,” katanya.
Paket tersebut memang ditujukan untuk salah satu penghuni di asrama Cilodong, namun detail penerimanya belum diungkap oleh polisi.
“Ada seseorang di asrama Cilodong. Diduga seperti itu,” ujar Bambang.
Korban diduga mengalami penganiayaan fisik oleh seorang atau lebih anggota TNI, meskipun belum ada konfirmasi resmi soal identitas pelaku.
“Kemungkinan begitu (pelaku oknum anggota), karena keterangan yang kami dapat masih sangat terbatas. Namun kami belum bisa mengonfirmasi apakah pelakunya betul oknum atau bukan. Karena, korban juga belum mau memberikan keterangan,” imbuhnya.
Ketika ditanya apakah pelaku lebih dari satu orang, Bambang belum dapat memberikan keterangan pasti. Dugaan awal, korban dipukul menggunakan tangan kosong.
“Belum bisa kami konfirmasi ya karena datanya sangat terbatas. Kalau dilihat dari memar mungkin tangan kosong,” jelasnya.
Dilaporkan Sejak 31 Mei
Peristiwa ini telah dilaporkan ke Polres Metro Depok pada 31 Mei 2025. Namun proses penyelidikan berjalan lambat karena lokasi tempat tinggal korban yang berada di Pangandaran, Jawa Barat.
“Korban sudah melapor ke Polres Depok pada 31 Mei. Kami sementara mengambil keterangan dari saksi-saksi yang ada. Namun kami terkendala korban ini rumahnya di Pangandaran. Jadi mengatur waktu untuk mengambil keterangan korban ini agak kesulitan,” pungkasnya.