Anggaran Dihapus, Program Bantuan Makanan Lansia Pamekasan Kini Dialihkan ke Pusat
Pemkab Pamekasan mengalihkan program Bantuan Makanan Lansia Pamekasan untuk 421 orang ke pemerintah pusat. Simak alasan di balik pengalihan dan bagaimana program ini tetap berjalan.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, Jawa Timur, mengambil langkah strategis dengan mengalihkan program bantuan makanan bagi warga lanjut usia (lansia) ke pemerintah pusat. Keputusan ini diambil menyusul penghapusan anggaran untuk program tersebut dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pamekasan. Pengalihan ini bertujuan memastikan keberlanjutan bantuan penting bagi para lansia yang membutuhkan.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Pamekasan, Herman Hidayat Santoso, menjelaskan bahwa penyesuaian anggaran daerah menjadi alasan utama di balik keputusan ini. Dana yang semula dialokasikan untuk program lansia kini difokuskan pada program prioritas lain di tingkat kabupaten. Oleh karena itu, Dinsos berupaya mencari solusi agar bantuan tetap dapat disalurkan.
Berkat koordinasi yang intensif, program ini kini di-cover oleh Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI). Sebanyak 421 lansia di Pamekasan yang tersebar di 178 desa dan 11 kelurahan tetap menerima bantuan makanan, meskipun anggaran dari Pemkab Pamekasan telah dihapus sejak Oktober lalu.
Latar Belakang Program Simpati Lansia dan Pengalihannya
Program bantuan makanan ini, yang dikenal dengan nama 'Simpati Lansia', telah menjadi inisiatif penting di Kabupaten Pamekasan sejak tahun 2021. Inisiatif ini digagas pada masa kepemimpinan Bupati Baddrut Tamam, menunjukkan komitmen daerah terhadap kesejahteraan warganya. 'Simpati Lansia' dirancang khusus untuk membantu kelompok rentan di masyarakat.
Secara spesifik, program 'Simpati Lansia' menyediakan makanan gratis dua kali sehari bagi lansia yang memenuhi kriteria tertentu. Sasaran utama adalah mereka yang hidup sebatang kara, tidak memiliki keluarga yang merawat, atau anak-anaknya merantau. Kriteria usia bagi penerima manfaat adalah di atas 60 tahun, memastikan bantuan tepat sasaran kepada yang paling membutuhkan.
Dengan plafon anggaran Rp20 ribu per orang untuk dua kali makan sehari, program ini telah memberikan dampak positif. Sebanyak 421 warga lansia menjadi penerima manfaat, tersebar luas di seluruh wilayah Kabupaten Pamekasan. Mereka berasal dari 178 desa dan 11 kelurahan yang tersebar di 13 kecamatan, mencakup jangkauan yang signifikan.
Pengalihan program Bantuan Makanan Lansia Pamekasan ini menjadi sorotan penting. Meskipun terpaksa dihapus dari anggaran daerah, Pemkab Pamekasan tidak ingin menghentikan dukungan vital ini. Langkah proaktif diambil untuk mencari sumber pendanaan alternatif, menunjukkan dedikasi terhadap kesejahteraan lansia.
Dukungan Pusat Menjamin Keberlanjutan Bantuan Makanan Lansia Pamekasan
Herman Hidayat Santoso menegaskan bahwa Dinsos Pamekasan berupaya keras agar program ini dapat terus berjalan. "Karena itu, kami mengupayakan agar program tersebut bisa di-cover dari dana pusat, yakni melalui Kementerian Sosial Republik Indonesia," ujarnya. Ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah daerah dalam mencari solusi berkelanjutan.
Upaya Dinsos Pamekasan membuahkan hasil yang memuaskan. Respons dari Kementerian Sosial RI sangat positif dan mendukung. Hal ini memastikan bahwa meskipun anggaran dari APBD Pemkab Pamekasan telah dihapus sejak Oktober lalu, program 'Simpati Lansia' tetap dapat berlangsung tanpa terhenti. Keberlanjutan ini sangat vital bagi para penerima manfaat.
Keberlanjutan program Bantuan Makanan Lansia Pamekasan ini menjadi contoh kolaborasi yang efektif antara pemerintah daerah dan pusat. Dukungan dari Kemensos RI tidak hanya menjaga program tetap berjalan, tetapi juga memberikan jaminan kepada ratusan lansia bahwa kebutuhan dasar mereka akan tetap terpenuhi. Ini mencerminkan perhatian pemerintah terhadap kelompok rentan.
Dengan adanya dukungan dari pusat, para lansia penerima manfaat di Pamekasan dapat terus menikmati makanan gratis dua kali sehari. Program ini tidak hanya sekadar memberikan makanan, tetapi juga memberikan rasa aman dan perhatian kepada mereka yang mungkin merasa terpinggirkan. Ini adalah bukti nyata bahwa kesejahteraan lansia tetap menjadi prioritas utama.
Sumber: AntaraNews