Kemenkes Imbau Keluarga Prioritaskan Kenyamanan Lansia Saat Lebaran
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengingatkan pentingnya memastikan kenyamanan lansia saat Lebaran, karena perubahan rutinitas dan interaksi sosial intens dapat memicu stres fisik serta emosional.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengimbau seluruh keluarga di Indonesia untuk memprioritaskan kenyamanan lansia selama perayaan Idulfitri. Momen Lebaran seharusnya menjadi kebahagiaan bagi para lansia untuk berkumpul kembali dengan keluarga tercinta. Namun, perubahan rutinitas dapat menjadi sumber kelelahan bagi mereka.
Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan Kementerian Kesehatan, Imran Pambudi, pada Jumat (20/3) di Jakarta, menjelaskan bahwa Idulfitri bisa sangat melelahkan. Hal ini disebabkan oleh perubahan rutinitas, pola makan, dan intensitas interaksi sosial yang tinggi.
Oleh karena itu, sangat penting bagi setiap keluarga untuk memastikan bahwa setiap pertemuan dapat disesuaikan dengan kondisi fisik dan emosional lansia. Menjaga kesehatan fisik harus berjalan beriringan dengan menjaga kehadiran emosional mereka.
Pentingnya Kesejahteraan Fisik dan Emosional Lansia
Perubahan rutinitas yang drastis, pola makan yang berbeda dari biasanya, serta interaksi sosial yang sangat intens selama Idulfitri dapat menjadi pemicu stres. Kondisi ini berpotensi menimbulkan tekanan fisik dan emosional yang signifikan bagi para lansia. Oleh karena itu, keseimbangan antara kesehatan fisik dan mental menjadi krusial.
Imran Pambudi menekankan bahwa menjaga kesehatan fisik harus sejalan dengan memelihara kehadiran emosional lansia. Kesejahteraan mereka tidak hanya terbatas pada aspek fisik, tetapi juga melibatkan dukungan psikologis yang kuat. Keluarga memiliki peran sentral dalam menciptakan lingkungan yang mendukung kedua aspek tersebut.
Menurut Pambudi, gestur-gestur kecil seringkali memiliki makna yang jauh lebih dalam dibandingkan dengan kemeriahan pesta. Memberikan kursi yang nyaman, mengingatkan jadwal minum obat, sapaan hangat, atau kesempatan berbagi cerita lama adalah bentuk perhatian. Hal-hal sederhana ini dapat memberikan dampak positif yang besar bagi perasaan lansia.
Menciptakan Lingkungan yang Aman dan Nyaman
Kenyamanan fisik bagi lansia dimulai dengan menciptakan lingkungan yang aman dan mudah diakses di rumah. Pastikan tersedia kursi yang nyaman dengan sandaran punggung yang kokoh agar mereka dapat beristirahat dengan baik. Lantai di area berjalan juga harus tidak licin untuk mencegah risiko jatuh.
Pencahayaan yang memadai di seluruh area rumah sangat penting, terutama di jalur-jalur yang sering dilewati lansia. Jika ada tangga, pastikan dilengkapi dengan pegangan tangan yang kuat untuk memberikan dukungan ekstra. Hindari memaksa lansia untuk berdiri dalam waktu lama atau sering naik turun tangga, karena dapat membebani fisik mereka.
Sebaiknya, tugas-tugas yang membutuhkan aktivitas fisik berat diberikan kepada anggota keluarga yang lebih muda. Sementara itu, tawarkan peran-peran yang lebih ringan kepada lansia, seperti menyiapkan makanan ringan atau menyambut tamu. Hal ini membantu mereka merasa dihargai dan tetap terlibat dalam perayaan keluarga.
Selain itu, pastikan air minum selalu tersedia di dekat mereka dan ingatkan untuk tetap terhidrasi dengan baik. Sediakan juga camilan sehat yang mudah dicerna, seperti buah-buahan atau biskuit rendah gula. Ini penting untuk menjaga energi dan kesehatan pencernaan lansia selama perayaan Idulfitri.
Menjaga Keterlibatan Emosional dan Komunikasi
Aspek emosional lansia juga perlu diperhatikan dengan serius selama momen Lebaran. Ajaklah mereka untuk berbagi kenangan Idulfitri di masa lalu dan dengarkan cerita-cerita mereka dengan penuh perhatian. Berikan kesempatan kepada lansia untuk memimpin percakapan dan hindari topik-topik keluarga yang sensitif yang bisa memicu ketidaknyamanan.
Untuk anggota keluarga yang tidak dapat hadir secara langsung, kehadiran virtual dapat menjadi solusi efektif untuk menjaga kebersamaan. Lakukan panggilan video atau kirimkan pesan-pesan hangat yang menunjukkan bahwa mereka tetap diingat dan dicintai. Teknologi dapat menjembatani jarak dan menjaga ikatan keluarga tetap kuat.
Pambudi juga menyarankan untuk mengirimkan foto-foto momen kehangatan selama liburan dan membacakan pesan-pesan cinta dari keluarga. Komunikasi yang konsisten setelah Idulfitri menunjukkan bahwa perhatian bukan sekadar formalitas liburan. Sebaliknya, ini adalah bentuk kepedulian yang tulus dan berkelanjutan.
Dengan demikian, Idulfitri tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga momen untuk memperkuat ikatan emosional dengan lansia. Perhatian dan kasih sayang yang diberikan akan membuat mereka merasa dihargai dan bahagia di tengah keluarga besar.
Sumber: AntaraNews