AMPI Luruskan Informasi Terkait Dugaan Penipuan, Oknum Bukan Pengurus Resmi
Steven menegaskan tindakan yang dilakukan oleh oknum tersebut tidak ada kaitannya dengan organisasi AMPI yang resmi berada di bawah naungan Partai Golkar.
Rapat Pleno DPP Angkatan Muda Pembangunan Indonesia (AMPI) yang digelar di DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta Barat (Jakbar) berakhir ricuh. (Ist)
(@ 2024 merdeka.com)Wakil Ketua Umum DPP Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI), Steven Risakotta, angkat bicara terkait dugaan penipuan dan pemerasan yang dilakukan oleh seorang oknum yang mengaku sebagai pengurus AMPI. Oknum berinisial RT tersebut disebut-sebut mencatut nama institusi penegak hukum serta mengaku memiliki kedekatan dengan pejabat Kejaksaan Agung.
Dalam keterangannya, Steven menegaskan bahwa tindakan yang dilakukan oleh oknum tersebut tidak ada kaitannya dengan organisasi AMPI yang resmi berada di bawah naungan Partai Golkar.
"Ada surat aduan dari masyarakat yang kami terima, menyebutkan bahwa terdapat individu berinisial RT yang diduga melakukan penipuan dan pemerasan dengan mengatasnamakan dirinya sebagai bagian dari AMPI serta mengaku dekat dengan pejabat Kejaksaan Agung," ujar Steven, dalam keterangannya, Jumat (3/10).
Menurut Steven, tindakan tersebut tidak hanya merugikan pihak korban secara langsung, namun juga mencoreng nama baik AMPI serta menimbulkan kesan negatif terhadap institusi penegak hukum.
“Saudara RT bukanlah bagian dari kepengurusan resmi DPP AMPI. Yang bersangkutan pernah mengklaim diri sebagai pengurus dalam sebuah struktur ilegal yang tidak diakui secara organisatoris. Bahkan ia mengaku sebagai bendahara dalam struktur yang tidak sah tersebut,” tegasnya.
Steven menyampaikan keprihatinannya atas dugaan tindakan yang dilakukan oleh RT. Ia berharap agar aparat penegak hukum dapat menindaklanjuti dan memproses kasus ini secara profesional.
“Kami tentu sangat menyayangkan jika benar yang bersangkutan melakukan penipuan dengan membawa nama jaksa dan institusi penegak hukum. Ini tidak hanya mencoreng citra AMPI dan Partai Golkar, tetapi juga melemahkan kepercayaan publik terhadap lembaga hukum,” ujarnya.
Steven juga menambahkan bahwa kejadian ini seharusnya menjadi pelajaran penting bagi seluruh kader AMPI di seluruh Indonesia agar lebih berhati-hati dan menjunjung tinggi integritas dalam berorganisasi.
“Semoga kasus ini bisa menjadi pembelajaran bersama agar seluruh kader menjauhi tindakan negatif dan tetap menjaga nama baik organisasi,” katanya.