Terduga Pelaku Pemukulan Laporkan Balik Waketum PSI Bro Ron
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Saputra membenarkan laporan tersebut.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Saputra membenarkan bahwa terduga pelaku pemukulan terhadap Wakil Ketua Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Ronald Aristone Sinaga atau yang akrab disapa Bro Ron melaporkan balik ke polisi.
"Benar, terduga pelaku pemukulan melaporkan balik. Pelaporan balik di Polsek Menteng adalah penganiayaan," kata Roby saat dikonfirmasi, Rabu (6/5).
Secara terpisah, terduga pelaku Muhammad Rizal Berhet mengaku, telah melaporkan balik Bro Ron ke polisi. Pelaporan ini terkait dugaan pemukulan.
"Betul, saya melaporkan balik yang bersangkutan. Laporan terkait dengan pemukulan dan pengeyorokan di sertai dengan makian yang tidak pantas," ujar Rizal.
Kemudian, saat dikonfirmasi apakah Bro Ron juga diduga bersikap rasis terhadap Rizal. Ia pun mengamini hal tersebut.
"Iya betul (Bro Ron juga bersikap rasis)," pungkasnya.
Waketum PSI Dipukul
Sebelumnya, Wakil Ketua Partai Solidaritas Indonesia (PSI), itu mengalami insiden pemukulan pada Senin (4/5/2026).
Peristiwa tersebut menjadi sorotan usai videonya diunggah dan viral di akun Instagram Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni.
Kasie Humas Polres Metro Jakarta Pusat, Iptu Erlyn Sumantri, menyebut bahwa Ronald sudah melaporkan kejadian tersebut kepada kepolisian.
Erlyn menjelaskan, insiden tersebut terjadi pada pukul 16.22 WIB. Ronald bersama 15 karyawan PT SKS datang untuk melakukan audiensi ke Kantor MPP untuk membahas gaji karyawan yang belum dibayarkan.
"Karena audiensi tidak dapat bertemu dengan Michael selaku orang yang di demo, akhir Polsek Metro Menteng berinisiatif untuk mengadakan mediasi di kantor Polsek Metro Menteng," kata Erlyn dalam keterangannya, Selasa (5/5/2026).
Proses ini awalnya berjalan lancar, hingga akhirnya muncul sekelompok orang tidak dikenal dan tanpa alasan jelas melakukan intimidasi.
"Akibat dari perbuatan dari sekelompok orang tersebut, situasi menjadi panas dan timbul percekcokan sampai dengan akhirnya korban menerima pukulan dari sekelompok orang tersebut," ungkap Erlyn.