Akses Jalan Sikundo Putus Akibat Banjir Aceh Barat, Warga Terisolir
Banjir melanda Aceh Barat, menyebabkan akses jalan menuju Komunitas Adat Terpencil (KAT) Sikundo putus total. BPBD Aceh Barat berupaya mencari solusi bagi warga yang terisolir.
Meulaboh, Aceh Barat diterjang banjir besar yang mengakibatkan kerusakan parah pada infrastruktur jalan vital. Akses utama menuju Komunitas Adat Terpencil (KAT) Sikundo di Kecamatan Pante Ceureumen kini terputus total. Kondisi ini menyebabkan ratusan warga di wilayah tersebut terisolir dan kesulitan beraktivitas sehari-hari.
Kerusakan jalan ini terjadi setelah tanggul-tanggul penahan air jebol akibat luapan sungai yang deras dan tidak terkendali. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Barat telah mengonfirmasi putusnya akses vital ini. Plt Kepala BPBD Aceh Barat, Teuku Ronald, menyatakan perbaikan akan dilakukan setelah air surut sepenuhnya.
Banjir yang melanda wilayah ini telah merusak dua titik tanggul di ruas Jalan Jambak – Sikundo, salah satunya menyebabkan badan jalan tergerus parah. Akibatnya, jalur tersebut tidak bisa dilintasi oleh kendaraan maupun pejalan kaki. BPBD terus memantau situasi dan menyarankan penggunaan jalur alternatif bagi masyarakat terdampak.
Dampak Kerusakan Infrastruktur Akibat Banjir Aceh Barat
Bencana banjir di Aceh Barat telah menimbulkan dampak serius, terutama pada infrastruktur jalan yang menghubungkan daerah terpencil. Plt Kepala BPBD Kabupaten Aceh Barat, Teuku Ronald, menjelaskan bahwa terdapat dua titik tanggul yang rusak parah di ruas Jalan Jambak – Sikundo. Kerusakan ini menjadi penyebab utama terputusnya akses jalan Sikundo.
Titik kerusakan pertama berada di depan Kantor Kepala Desa Jambak, Kecamatan Pante Ceureumen, di mana tanggul jebol namun badan jalan masih bisa dilintasi. Namun, di titik kedua, kerusakan jauh lebih parah karena tanggul jebol dan badan jalan tergerus hingga putus total. Kondisi ini menghambat mobilitas warga dan distribusi logistik ke wilayah tersebut.
Putusnya akses jalan ini menimbulkan kekhawatiran akan isolasi warga Komunitas Adat Terpencil Sikundo. Mereka kini menghadapi tantangan besar dalam mengakses kebutuhan dasar, pendidikan, dan layanan kesehatan. BPBD Aceh Barat terus berkoordinasi untuk mencari solusi terbaik guna memulihkan akses secepatnya.
Strategi Penanganan dan Jalur Alternatif Akses Jalan Sikundo
BPBD Aceh Barat menyatakan bahwa perbaikan kerusakan tanggul dan badan jalan tidak dapat segera dilakukan dalam waktu dekat. Perbaikan harus menunggu kondisi air di lokasi kejadian surut sepenuhnya, mengingat saat ini air masih menggenang cukup tinggi. Keterbatasan ini menjadi tantangan dalam mempercepat pemulihan akses jalan Sikundo.
Untuk sementara, BPBD Aceh Barat menyarankan pemanfaatan jalan elak atau alternatif yang tersedia. Jalur alternatif ini berada di titik ketiga melalui pegunungan dan dapat dilalui oleh sepeda motor serta pejalan kaki. Meskipun bukan solusi ideal, jalur ini diharapkan dapat sedikit meringankan kesulitan warga yang terisolir.
Teuku Ronald menambahkan bahwa perbaikan kerusakan jalan dan tanggul sebenarnya bisa diselesaikan dalam satu hari jika menggunakan alat berat jenis ekskavator. Namun, kendala utama tetap pada kondisi air yang belum surut, menunda pengerahan alat berat untuk proses perbaikan infrastruktur vital ini.
Sumber: AntaraNews