Banjir Lahar Semeru Menerjang, Ratusan Warga Lumajang Terisolir
Dampak banjir lahar hujan dari Gunung Semeru masih dirasakan warga di sejumlah wilayah Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.
Dampak banjir lahar hujan dari Gunung Semeru masih dirasakan warga di sejumlah wilayah Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.
Di Dusun Sumberlangsep, Desa Jugosari, Kecamatan Candipuro, satu jembatan limpas dan akses jalan utama rusak berat usai diterjang banjir lahar pada Selasa petang (13/5).
Jembatan Kali Regoyo yang menjadi satu-satunya penghubung antara Dusun Sumberlangsep dan Dusun Sumberkajar kini tertutup material banjir berupa batu dan pasir.
Tak hanya jembatan, badan jalan dusun pun ambrol, membuat ratusan warga terisolasi. Setidakny ada sekitar 130 KK yang terdampak akibat banjir lahar tersebut.
“Banyak warga yang terdampak di Sumberlangsep gak bisa menyeberang,” kata Fifa, salah satu warga Dusun Sumberlangsep, Kamis (15/5).
Kesulitan Kebutuhan Pokok
Akibat kondisi tersebut, aktivitas warga terganggu. Mereka kesulitan mengakses kebutuhan pokok hingga tempat kerja. Sebagian warga bahkan nekat melintasi derasnya arus sungai demi mencari bahan makanan.
“Banjir kemarin besar sekali, jalannya langsung rusak parah. Sekarang kami beli kebutuhan pokok dalam jumlah banyak, karena belum tahu sampai kapan bisa keluar dari dusun,” ungkapnya.
Badan Geologi melalui PVMBG mencatat intensitas banjir cukup besar. Getaran banjir terekam di seismograf dengan amplitudo mencapai 36 milimeter. Hal ini menunjukkan tingginya volume air dan material vulkanik yang terbawa dari hulu Gunung Semeru.
Warga berharap, pemerintah segera turun tangan memperbaiki akses dan membuka jalur darurat agar bantuan maupun logistik kebutuhan harian bisa masuk ke wilayah yang terdampak.