Banjir Serang Lumpuhkan Akses Kampung Nusa, Puluhan KK Terisolasi Akibat Luapan Sungai Cibereum

Banjir Serang akibat luapan Sungai Cibereum telah memutus akses jalan utama di Kampung Nusa, Desa Parakan, Kabupaten Serang. Akibatnya, puluhan kepala keluarga terisolasi dan aktivitas warga terganggu, menimbulkan kekhawatiran akan bantuan logistik.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Banjir Serang Lumpuhkan Akses Kampung Nusa, Puluhan KK Terisolasi Akibat Luapan Sungai Cibereum
Banjir Serang akibat luapan Sungai Cibereum telah memutus akses jalan utama di Kampung Nusa, Desa Parakan, Kabupaten Serang. Akibatnya, puluhan kepala keluarga terisolasi dan aktivitas warga terganggu, menimbulkan kekhawatiran akan bantuan logistik. (AntaraNews)

Banjir yang disebabkan oleh luapan Sungai Cibereum telah memutus akses jalan utama di Kampung Nusa, Desa Parakan, Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang, Banten. Peristiwa ini mengakibatkan puluhan kepala keluarga (KK) di wilayah tersebut terisolasi dari dunia luar. Ketinggian air dilaporkan mencapai 1,5 meter di beberapa titik.

Menurut kesaksian Nuriyadi Hakiki, seorang warga Kampung Nusa, banjir ini menjadi yang terparah ketiga kalinya sejak Rabu (21/1) lalu. Meskipun air sudah mulai surut dari rumah warga, jalur utama Majasari-Nusa masih lumpuh total dan belum bisa dilalui kendaraan. Jalur ini merupakan urat nadi mobilitas warga.

Kondisi ini sangat menghambat aktivitas sehari-hari warga, terutama bagi mereka yang harus bekerja atau mengakses kebutuhan pokok. Warga berharap adanya perhatian serius dari pemerintah daerah untuk mengatasi dampak isolasi yang berkepanjangan ini.

Dampak Isolasi dan Keterbatasan Akses di Kampung Nusa Serang

Banjir Serang kali ini telah menyebabkan putusnya akses jalan utama sepanjang satu kilometer di Kampung Nusa. Kondisi ini membuat sekitar 70 KK di RT 01 terdampak langsung, meskipun tidak semua rumah terendam air. Namun, isolasi akses menjadi masalah utama bagi warga.

Nuriyadi Hakiki menjelaskan bahwa seluruh jalur keluar masuk kampung, khususnya rute Majasari-Nusa, tidak dapat dilewati. Padahal, jalan tersebut merupakan jalur vital yang setiap hari digunakan warga untuk berangkat dan pulang dari tempat kerja. Keterputusan akses ini telah mengganggu roda perekonomian lokal.

Meskipun debit air yang sempat masuk ke pemukiman warga sudah mulai menunjukkan penurunan, akses jalan diperkirakan belum bisa dilalui kendaraan. Baik roda dua maupun roda empat, diperkirakan baru dapat melintas kembali dalam waktu sekitar tiga hari ke depan. Hal ini memperpanjang masa isolasi warga.

Untuk mengatasi mobilitas darurat, warga Kampung Nusa Serang saat ini mengandalkan satu unit perahu karet. Bantuan perahu ini berasal dari petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Polsek setempat. Namun, jumlah perahu tersebut dinilai belum memadai untuk melayani kebutuhan seluruh warga yang terisolasi.

Harapan Bantuan dan Normalisasi Aktivitas Warga

Warga Kampung Nusa Serang sangat mengharapkan perhatian lebih lanjut dari pemerintah daerah terkait kondisi ini. Terutama karena aktivitas ekonomi mereka terganggu parah akibat terputusnya akses jalan. Bantuan logistik sejauh ini baru diterima dari Kepala Desa Parakan.

Nuriyadi Hakiki menegaskan bahwa satu perahu karet yang tersedia tidaklah cukup untuk memenuhi kebutuhan mobilitas darurat. Mengingat akses utama terputus, banyak warga yang memerlukan penyeberangan untuk berbagai keperluan mendesak. Koordinasi bantuan lebih lanjut sangat dibutuhkan.

Normalisasi akses jalan menjadi prioritas utama agar warga dapat kembali beraktivitas seperti biasa. Perbaikan infrastruktur jalan yang terdampak banjir perlu segera dilakukan setelah air benar-benar surut. Ini penting untuk memulihkan konektivitas Kampung Nusa.

Dampak jangka panjang dari banjir Serang ini juga perlu menjadi perhatian. Pemerintah daerah diharapkan dapat merumuskan solusi permanen untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang. Ini termasuk pengelolaan Sungai Cibereum dan sistem drainase yang lebih baik.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi