Banjir Serang Masih Rendam Empat Kecamatan, Ratusan Jiwa Mengungsi

Banjir Serang belum surut sepenuhnya. Empat kecamatan di Kabupaten Serang masih terendam, memaksa ratusan keluarga mengungsi dan meningkatkan kewaspadaan warga terhadap potensi cuaca ekstrem.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Banjir Serang Masih Rendam Empat Kecamatan, Ratusan Jiwa Mengungsi
Banjir Serang belum surut sepenuhnya. Empat kecamatan di Kabupaten Serang masih terendam, memaksa ratusan keluarga mengungsi dan meningkatkan kewaspadaan warga terhadap potensi cuaca ekstrem. (AntaraNews)

Banjir masih melanda empat kecamatan di Kabupaten Serang, Banten, hingga Minggu pagi, 1 Februari 2026. Bencana hidrometeorologi ini menyebabkan ratusan keluarga harus mengungsi ke tempat yang lebih aman. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang terus memantau kondisi terkini di lapangan dan berkoordinasi dengan pihak terkait.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Serang, Ajat Sudrajat, menjelaskan bahwa empat wilayah yang masih terdampak adalah Kecamatan Binuang, Carenang, Tanara, dan Anyer. Berdasarkan pemutakhiran data pukul 09.00 WIB, lima desa di kecamatan tersebut masih tergenang air banjir. Sementara itu, sebagian besar wilayah lain di Kabupaten Serang sudah mulai kembali kondusif setelah genangan air surut.

Peristiwa ini mengharuskan 304 Kepala Keluarga atau 1.161 jiwa mengungsi di beberapa titik pengungsian yang tersebar. Pemerintah Kabupaten Serang telah menetapkan status Tanggap Darurat untuk menghadapi situasi ini secara komprehensif. Kewaspadaan masyarakat diimbau mengingat potensi cuaca ekstrem masih mungkin terjadi di wilayah tersebut.

Kondisi Terkini di Wilayah Terdampak Banjir Serang

Pemutakhiran data yang dilakukan BPBD Kabupaten Serang pada pukul 09.00 WIB menunjukkan variasi Tinggi Muka Air (TMA) di lokasi terdampak. Di Desa Tanara, Kecamatan Tanara, ketinggian air berkisar antara 15 hingga 80 sentimeter. Kondisi ini masih cukup tinggi dan menghambat aktivitas sehari-hari warga setempat, termasuk akses jalan dan fasilitas umum.

Sementara itu, di Perumahan Grand Mekarsari, Kecamatan Carenang, genangan air mencapai 5 hingga 70 sentimeter. Ketinggian air yang bervariasi ini menunjukkan dampak yang berbeda di setiap area, dengan beberapa titik yang masih memerlukan perhatian khusus. Upaya penanganan terus dilakukan untuk membantu masyarakat yang terdampak dan meminimalkan kerugian.

Kecamatan Binuang juga mengalami kondisi air yang fluktuatif, menunjukkan pola naik turun. Di Kampung Kuranji, Desa Cakung, air dilaporkan kembali naik dengan ketinggian 10-40 sentimeter setelah sempat surut. Situasi ini memerlukan pemantauan intensif dari pihak berwenang agar penanganan dapat dilakukan secara responsif.

Di sisi lain, Perumahan Green Harmony Warakas di Binuang menunjukkan penurunan ketinggian air, namun masih tergenang sekitar 30-60 sentimeter. Untuk Kecamatan Anyer, khususnya Desa Kosambironyok, banjir sudah berangsur surut dengan ketinggian air tersisa 5 sampai 25 sentimeter, menandakan pemulihan di beberapa area.

Penanganan dan Imbauan Kewaspadaan Banjir Serang

Akibat genangan air yang masih terjadi, BPBD Serang mencatat total 304 Kepala Keluarga atau 1.161 jiwa saat ini berada di titik-titik pengungsian. Para pengungsi tersebar di wilayah Binuang, Carenang, dan Tanara, menunggu kondisi kembali normal dan aman untuk kembali ke rumah. Pemerintah daerah berupaya keras untuk memenuhi kebutuhan dasar para korban selama masa pengungsian.

Pemerintah Kabupaten Serang telah mengambil langkah serius dengan menetapkan status Tanggap Darurat terkait bencana hidrometeorologi ini. Langkah ini bertujuan untuk mempercepat penanganan dan koordinasi bantuan bagi warga terdampak. Koordinasi antar instansi terkait terus diperkuat untuk memastikan respons yang efektif dan efisien.

Kepala Pelaksana BPBD, Ajat Sudrajat, mengimbau masyarakat Kabupaten Serang untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan. Potensi cuaca ekstrem masih diperkirakan terjadi hingga 2 Februari 2026, terutama di wilayah Kabupaten Serang bagian timur. Masyarakat diminta untuk selalu siaga dan mengikuti informasi resmi dari pihak berwenang.

BPBD Serang berkomitmen untuk terus melakukan pemantauan lanjutan di seluruh lokasi terdampak banjir. Selain itu, pemenuhan kebutuhan dasar korban menjadi prioritas utama dalam masa tanggap darurat ini, termasuk penyediaan logistik dan fasilitas kesehatan. Alat penyedot air juga disiagakan di lokasi-lokasi yang memungkinkan untuk mempercepat surutnya genangan air dan memulihkan kondisi.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi