Bupati Lumajang Pastikan Keselamatan Warga Pascabanjir Lahar Semeru, Tanggul Jebol Jadi Prioritas

Bupati Lumajang Indah Amperawati bergerak cepat memastikan keselamatan warga dan lahan pertanian usai banjir lahar Semeru. Penanganan tanggul jebol di Sungai Regoyo jadi prioritas utama.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Bupati Lumajang Pastikan Keselamatan Warga Pascabanjir Lahar Semeru, Tanggul Jebol Jadi Prioritas
Bupati Lumajang Indah Amperawati bergerak cepat memastikan keselamatan warga dan lahan pertanian usai banjir lahar Semeru. Penanganan tanggul jebol di Sungai Regoyo jadi prioritas utama. (AntaraNews)

Lumajang, Jawa Timur, diterjang banjir lahar dingin Gunung Semeru akibat hujan ekstrem yang melanda wilayah tersebut. Bencana ini menyebabkan tanggul jebol di beberapa lokasi dan mengakibatkan ratusan warga terisolasi dari akses jalan utama. Kondisi ini mengancam keselamatan penduduk serta kelangsungan lahan pertanian di sekitar daerah terdampak.

Menanggapi situasi darurat ini, Bupati Lumajang, Indah Amperawati, segera turun langsung ke lapangan untuk meninjau lokasi terdampak. Beliau memastikan bahwa keselamatan warga dan lahan pertanian menjadi prioritas utama pemerintah daerah dalam penanganan pascabanjir lahar Semeru ini. Langkah cepat dan terkoordinasi sangat dibutuhkan.

Fokus utama penanganan adalah perbaikan tanggul Sungai Regoyo yang jebol di Desa Gondoruso, Kecamatan Pasirian. Bupati Indah menekankan bahwa penanganan ini dilakukan secara cepat, terkoordinasi, dan berbasis data teknis demi melindungi masyarakat serta menjaga keberlanjutan sektor pertanian yang vital bagi ekonomi lokal.

Penanganan Tanggul Jebol dan Pemulihan Akses Warga Jadi Prioritas

Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menegaskan komitmen pemerintah untuk segera mengatasi dampak banjir lahar Gunung Semeru. "Penanganan tanggul Sungai Regoyo yang jebol di Desa Gondoruso, Kecamatan Pasirian sebagai prioritas utama pemerintah daerah," kata Indah saat meninjau lokasi pada Kamis lalu. Kerusakan tanggul ini berdampak signifikan terhadap kehidupan masyarakat.

Prioritas penanganan tidak hanya sebatas perbaikan fisik, tetapi juga meliputi pemulihan akses jalan bagi 1.211 kepala keluarga yang terisolasi. Selain itu, perlindungan sekitar 30 hektare lahan pertanian yang terancam juga menjadi perhatian serius. Indah menjelaskan, "Penanganan tanggul itu bukan sekadar simbolis, namun itu tentang menyelamatkan warga, melindungi pertanian, dan mencegah kerusakan yang lebih luas."

Untuk mempercepat proses perbaikan, Bupati Indah menginstruksikan mobilisasi tiga unit alat berat dari PUSDA Jawa Timur, BBWS Brantas, dan penambang lokal. BPBD Lumajang juga disiagakan untuk menyiapkan logistik serta pasokan bahan bakar, memastikan perbaikan dapat berjalan tanpa hambatan. Kolaborasi lintas sektor ini menjadi kunci efektivitas penanganan.

Data teknis hasil identifikasi PUSDA dan BBWS Brantas menunjukkan kerusakan tanggul sisi kanan sepanjang 150 meter dengan tinggi tegak 6 meter, serta tanggul kritis sepanjang 27+66 meter. Kerusakan juga terjadi di sekitar mushola dan jembatan limpas, termasuk pasang bronjong sayap jembatan Sungai Liwek sepanjang 15 meter, yang menjadi dasar prioritas penanganan strategis.

Kolaborasi Lintas Instansi dan Mitigasi Bencana Jangka Panjang

Strategi penanganan yang sistematis ditekankan oleh Bupati Indah untuk memastikan pemulihan yang komprehensif. "Saya menekankan strategi penanganan yang sistematis dengan membuka kembali akses jalan utama, mengalihkan aliran air agar tidak merendam lahan pertanian, memperkuat tanggul yang kritis, dan menyiapkan langkah antisipatif untuk mencegah risiko banjir susulan," ujarnya.

Partisipasi aktif warga juga menjadi elemen penting dalam upaya pemulihan ini. Bupati yang akrab disapa Bunda Indah ini mengatakan pentingnya partisipasi warga yang ikut membangun tanggul sementara dan menata jalur darurat. Pemerintah mendukung dengan menyediakan sumber daya dan alat berat, sehingga kolaborasi ini mempercepat pemulihan sekaligus membangun kapasitas komunitas menghadapi bencana.

Hasil penanganan di lapangan sudah mulai menunjukkan kemajuan yang signifikan. Akses jalan yang sebelumnya terputus perlahan kembali dibuka, arus sungai berhasil dialihkan, dan beberapa titik tanggul darurat telah diperkuat. "Langkah-langkah itu memastikan aktivitas warga, termasuk pendidikan dan pertanian, tetap berjalan meski terjadi bencana," jelasnya.

Bunda Indah menegaskan bahwa respon cepat ini merupakan bagian dari visi jangka panjang pemerintah Kabupaten Lumajang dalam mitigasi bencana hidrometeorologi. Kesiapsiagaan, kolaborasi lintas instansi, dan mobilisasi sumber daya menjadi fondasi agar setiap bencana dapat ditangani dengan efektif. Mitigasi bencana di Lumajang bukan sekadar prosedur administratif, tetapi langkah nyata untuk melindungi warga dan membangun ketahanan komunitas. Sejak tanggul jebol pada 2 November, Indah memimpin peninjauan langsung didampingi Wakil Bupati Yudha Aji Kusuma, Ketua DPRD Oktafiyani, Kapolres AKBP Alex Sandy Siregar, Kepala Pelaksana BPBD Lumajang, serta perwakilan BBWS Brantas dan Dinas PUSDA Jawa Timur.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi