Warga menyelamatkan barang-barang dari sebuah rumah yang hancur akibat aliran piroklastik Gunung Semeru di Desa Supiturang, Lumajang, Jawa Timur, Jumat (21/11/2025). (AFP/ Agus Harianto)
ADVERTISEMENT
Tiga hari setelah erupsi Gunung Semeru, Pemerintah Desa Supiturang di Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, mencatat lebih dari 200 rumah dan fasilitas umum mengalami kerusakan berat. Dampak tidak hanya berasal dari guguran awan panas, tetapi juga banjir lahar yang terus terjadi dalam tiga hari terakhir.
Sejumlah bangunan rata dengan tanah akibat sapuan material vulkanik.Kerusakan paling parah terdapat di Dusun Gumukmas dan Dusun Sumbersari, tempat jalan desa tertimbun material vulkanik hingga setinggi atap rumah. Erupsi yang terjadi pada 19 November 2025 itu memaksa ratusan warga mengungsi dan bertahan di lokasi penampungan sementara.
Alat berat membersihkan abu di depan sebuah rumah yang hancur akibat aliran piroklastik Gunung Semeru di Desa Supiturang, Lumajang, Jawa Timur, Jumat (21/11/2025). AFP/ Agus HariantoWarga menyelamatkan barang-barang dari sebuah rumah yang hancur akibat aliran piroklastik Gunung Semeru di Desa Supiturang, Lumajang, Jawa Timur, Jumat (21/11/2025). AFP/ Agus HariantoWarga menyelamatkan barang-barang dari sebuah rumah yang hancur akibat aliran piroklastik Gunung Semeru di Desa Supiturang, Lumajang, Jawa Timur, Jumat (21/11/2025). AFP/ Agus HariantoWarga menyelamatkan barang-barang dari sebuah rumah yang hancur akibat aliran piroklastik Gunung Semeru di Desa Supiturang, Lumajang, Jawa Timur, Jumat (21/11/2025). AFP/ Agus HariantoWarga menyelamatkan barang-barang dari sebuah rumah yang hancur akibat aliran piroklastik Gunung Semeru di Desa Supiturang, Lumajang, Jawa Timur, Jumat (21/11/2025). AFP/ Agus HariantoWarga menyelamatkan barang-barang dari sebuah rumah yang hancur akibat aliran piroklastik Gunung Semeru di Desa Supiturang, Lumajang, Jawa Timur, Jumat (21/11/2025). AFP/ Agus HariantoWarga menyelamatkan barang-barang dari sebuah rumah yang hancur akibat aliran piroklastik Gunung Semeru di Desa Supiturang, Lumajang, Jawa Timur, Jumat (21/11/2025). AFP/ Agus Harianto
Banjir lahar Semeru kembali menerjang Dusun Sumberlangsep, Lumajang, merendam 13 rumah dan fasilitas umum. Ratusan warga terpaksa mengungsi, menanti solusi permanen dari pemerintah daerah.
Ratusan warga Dusun Sumberlangsep, Lumajang, terpaksa mengungsi ke perbukitan akibat terjangan banjir lahar Semeru. Kondisi pengungsian gelap gulita dan akses menuju lokasi terputus total.
Sembilan rumah warga di Dusun Sumberlangsep, Lumajang, terendam banjir lahar Semeru yang meluap pada Jumat (5/12), menyebabkan 136 KK sempat terisolasi.
Ratusan warga di Desa Gondoruso, Lumajang, Jawa Timur, terisolasi akibat banjir lahar Semeru yang memutus akses jalan dan merusak jembatan. Bagaimana kondisi mereka saat ini?