Bupati Lumajang Mendesak Relokasi Warga Dusun Sumberlangsep Pasca Banjir Lahar Dingin Semeru
Bupati Lumajang Indah Amperawati kembali mendesak **relokasi warga Lumajang** di Dusun Sumberlangsep ke hunian tetap di Sumbermujur demi keselamatan dari ancaman banjir lahar dingin Semeru.
Bupati Lumajang Indah Amperawati meminta warga Dusun Sumberlangsep, Desa Jugosari, untuk bersedia pindah ke hunian tetap (huntap) di Desa Sumbermujur. Permintaan ini menyusul banjir lahar dingin Gunung Semeru yang kembali menerjang wilayah tersebut. Relokasi ini dianggap sebagai langkah krusial untuk menjamin keamanan warga dari ancaman bencana alam.
Peninjauan lokasi terdampak banjir lahar dingin di Dusun Sumberlangsep dilakukan oleh Bupati bersama Wakil Bupati Yudha Adji Kusuma dan Forkopimda pada Minggu (07/12). Lokasi ini dinilai rawan dan membutuhkan penanganan serius untuk melindungi penduduk. Upaya ini merupakan bagian dari respons cepat pemerintah daerah terhadap dampak bencana.
Pemerintah Kabupaten Lumajang sebenarnya telah menawarkan relokasi kepada warga Dusun Sumberlangsep sejak erupsi Semeru beberapa tahun lalu. Namun, tawaran tersebut ditolak oleh sebagian besar warga pada waktu itu. Kini, ancaman yang semakin nyata mendorong pemerintah untuk kembali mengajukan opsi pindah ke tempat yang lebih aman.
Penolakan Relokasi dan Kekhawatiran Mata Pencarian
Penolakan warga Dusun Sumberlangsep terhadap tawaran relokasi sebelumnya bukan tanpa alasan. Mayoritas warga menggantungkan hidup dari sektor pertanian, dan lahan di dusun tersebut dikenal sangat subur. Kondisi ini menjadi pertimbangan utama bagi mereka untuk tetap bertahan di lokasi rawan bencana.
Saat ini, pasca banjir lahar dingin terbaru, sebagian warga Dusun Sumberlangsep telah mengungsi ke lokasi yang lebih aman. Namun, ada pula warga yang memilih untuk tetap bertahan di dusun tersebut, bahkan dengan mendirikan tenda di area perbukitan. Situasi ini menunjukkan dilema yang dihadapi masyarakat antara keselamatan dan ikatan dengan tanah kelahiran.
Bupati Indah Amperawati, atau yang akrab disapa Bunda Indah, menegaskan kembali komitmen pemerintah untuk menawarkan solusi relokasi. Warga akan kembali diajak berdialog mengenai kemungkinan pindah ke kawasan huntap Desa Sumbermujur yang telah disiapkan sebagai tempat yang lebih aman. Ini adalah upaya persuasif untuk memastikan tidak ada korban jiwa di masa mendatang.
Koordinasi dan Langkah Kedaruratan Pemerintah
Dalam upaya memastikan keselamatan warga, Pemerintah Kabupaten Lumajang akan kembali menawarkan opsi relokasi secara resmi. Jika warga tetap menolak, mereka akan diminta menandatangani berita acara sebagai bentuk kesadaran akan risiko yang ditanggung sendiri. Ini menunjukkan bahwa pemerintah telah menjalankan tanggung jawabnya untuk memberikan perlindungan.
Selain itu, Pemkab Lumajang juga telah berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk pembangunan infrastruktur vital. Salah satu proyek yang direncanakan adalah jembatan gantung sepanjang 270 meter. Jembatan ini diharapkan dapat mempermudah akses dan evakuasi di daerah terdampak.
Langkah kedaruratan lainnya yang sedang dilakukan adalah penyelamatan warga dan memastikan tidak ada lagi penduduk yang berada di kawasan rendah Dusun Sumberlangsep. Pemerintah juga berfokus pada perbaikan beberapa jalur lahar agar tidak melebar serta normalisasi aliran. Semua tindakan ini bertujuan untuk mengurangi dampak bencana dan melindungi masyarakat.
Penanganan Pengungsi dan Distribusi Bantuan
Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPA) turut aktif dalam penanganan dampak bencana di Lumajang. Mereka kembali membuka dapur umum untuk melayani pengungsi yang terisolir di Dusun Sumberlangsep. Dapur umum ini menjadi tulang punggung penyediaan kebutuhan pangan bagi warga terdampak.
Sebanyak 500 nasi bungkus telah didistribusikan kepada warga yang membutuhkan. Proses pendistribusian bantuan ini menghadapi tantangan signifikan. Medannya yang sulit, terutama karena harus menyeberangi sungai yang dilalui lahar hujan Semeru, membutuhkan tenaga ekstra dari para petugas.
Terdapat tiga titik lokasi pengungsian utama yang semuanya berada di kawasan bukit Dusun Sumberlangsep. Kondisi geografis ini menambah kesulitan dalam menjangkau dan menyalurkan bantuan kepada para pengungsi. Meskipun demikian, pemerintah daerah dan relawan terus berupaya keras untuk memastikan bantuan sampai kepada mereka yang membutuhkan.
Sumber: AntaraNews