Warga Mulai Kelaparan, Seberangi Sungai Cuma Andalkan Ban Mobil Anak-Anak Tak Bisa Sekolah

Banjir bandang yang menerjang Provinsi Aceh pada Rabu 26 November lalu menyebabkan satu daerah terisolasi. Warga mulai kelaparan, jembatan gantung putus.

Henni Rachma Sari
Oleh Henni Rachma Sari - Reporter
Warga Mulai Kelaparan, Seberangi Sungai Cuma Andalkan Ban Mobil Anak-Anak Tak Bisa Sekolah
Warga Mulai Kelaparan, Seberangi Sungai Cuma Andalkan Ban Mobil Anak-Anak Tak Bisa Sekolah (Merdeka.com)

Kondisi warga di pedalaman Sikundo, Kecamatan Pante Ceureumen, Kabupaten Aceh Barat makin memprihatinkan. Mereka terisolasi akibat banjir sumatera yang terjadi sejak Rabu (26/11) pekan lalu.

Warga mulai kelaparan, anak-anak tak bisa bersekolah. Jembatan putus membuat warga terpaksa menyebrangi sungai hanya dengan mengandalkan ban mobil. Tidak ada perahu maupun sampan.

Fakta itu didapat setelah Pemkab Aceh Barat berhasil menembur daerah terisolasi tersebut. "Alhamdulillah, niat membantu masyarakat yang terisolasi di daerah terpencil telah berhasil kami tunaikan," kata Bupati Aceh Barat, Tarmiz, Senin (1/12) dikutip Antara.

Ia mengatakan total waktu perjalanan pulang-pergi dari Meulaboh ke Gampong Sikundo, Pante Ceureumen mencapai 16 jam.

Sikundo adalah desa terpencil yang jauh dari ibu kota Kecamatan Pante Ceureumen. Desa ini memiliki nilai sejarah yang luar biasa, karena dibangun oleh Pahlawan Aceh, Cut Nyak Dhien, bersama para pejuang gerilya Aceh.

Saat ini, kata Tarmizi, terdapat sekitar 40 Kepala Keluarga (KK) di Sikundo.

"Kami pernah menginap di sana saat berkantor satu hari di Desa Jambak beberapa bulan lalu, dan sempat merancang agar Sikundo menjadi desa wisata. Sungainya sangat potensial untuk arung jeram, dengan suasana yang sejuk dan nyaman," kata Tarmizi.

Ironi, kini akses jalan menuju Sikundo sebagian telah berubah menjadi aliran sungai, dan jembatan penghubung pun putus.

"Anak-anak tidak bisa akses lagi ke sekolah karena jembatan putus, padahal saat ini sekolah sudah kami rehab dengan dana APBK dan dana revitalisasi untuk ruangan belajar dan toilet," kata Tarmizi menambahkan.

Pemkab Aceh Barat terobos daerah terisolasi
Pemkab Aceh Barat terobos daerah terisolasi antara

Tarmizi mengatakan satu unit jembatan gantung yang dulu dibangun setelah viralnya anak-anak sekolah menyeberangi sungai lewat kabel baja pada masa Pj Gubernur Nova Iriansyah pada tahun 2019 lalu, kini telah hanyut terbawa banjir.

"Saat ini, untuk menyeberangi sungai, tidak tersedia perahu atau sampan. Warga terpaksa menggunakan ban mobil sebagai alat bantu," kata dia.

Tarmizi mengatakan akses menuju ke Sikundo, Kecamatan Pante Ceureumen, Kabupaten Aceh Barat harus dilalui dengan menerobos hutan menuju Sikundo menggunakan mobil 4x4, dikemudikan oleh sopir off-road yang andal.

Dalam kunjungan ini ia turut didampingi oleh Camat Pante Ceureumen Zulkarnain, Wakil Ketua DPRK Azwir, Kapolsek dan Anggota, kepala Puskesmas Pante Ceureumen, mukim, serta keuchik/kepala desa setempat dan tokoh masyarakat.

Perjalanan dimulai dari Meulaboh, ibu kota Kabupaten Aceh Barat para Minggu (30/11) pukul 11.00 Wib dan rombongan tiba di Sikundo sekitar pukul 17.00 Wib.

Jarak dari Kota Meulaboh ke Gampong Pante sekitar 60 km, lalu dilanjutkan sejauh 30 km menuju Sikundo, melewati hutan lebat dan bekas jalan RGM.

Di tengah perjalanan, mobil beberapa kali tersangkut. Bahkan sempat terpikir untuk putar balik karena kondisi jalan yang nyaris tak bisa dilalui.

"Alhamdulillah, secara kebetulan ada alat berat (beko) di kebun milik Wakil Ketua DPRK Aceh Barat Azwir yang membantu rombongan melanjutkan perjalanan.

Pemerintah Kabupaten Aceh Barat berharap ada bantuan dari pemerintah pusat untuk pembangunan jalan dan jembatan menuju Sikundo, Kecamatan Pante Ceureumen.

Rekomendasi