Aceh Barat Genjot Program Perlindungan Anak, Targetkan Predikat Nindya Kabupaten Layak Anak
Pemerintah Kabupaten Aceh Barat berupaya keras meningkatkan status Kabupaten Layak Anak (KLA) ke kategori Nindya pada tahun ini melalui berbagai program perlindungan dan ramah anak, menunjukkan komitmen terhadap hak anak.
Pemerintah Kabupaten Aceh Barat sedang gencar memperbanyak program kerja perlindungan dan ramah anak. Upaya ini dilakukan untuk meningkatkan status Kabupaten Layak Anak (KLA) dengan target predikat Nindya dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) pada tahun ini. Saat ini, Aceh Barat masih berada pada kategori Pratama, sehingga dibutuhkan kerja ekstra untuk mencapai target tersebut.
Wakil Bupati Aceh Barat, Said Fadheil, menekankan pentingnya peningkatan status ini, minimal mencapai level Madya. Peningkatan predikat KLA menjadi Nindya memerlukan sinergi lintas sektor yang kuat serta pemenuhan seluruh indikator dengan data akurat dan terverifikasi.
Keberhasilan ini sangat bergantung pada peran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam mengimplementasikan kebijakan responsif hak anak dan menyediakan layanan ramah anak. Said Fadheil akan memantau ketat progres gugus tugas melalui grup WhatsApp untuk memastikan hasil maksimal dalam waktu singkat.
Strategi Peningkatan Status KLA di Aceh Barat
Untuk mencapai predikat Nindya, Pemerintah Kabupaten Aceh Barat membutuhkan kerja yang lebih optimal dan terkoordinasi. Sinergi lintas sektor menjadi kunci utama dalam memastikan setiap program perlindungan anak berjalan efektif. Pemenuhan indikator KLA juga harus didukung oleh data yang akurat dan terverifikasi.
Organisasi Perangkat Daerah (OPD) memiliki peran krusial dalam evaluasi KLA. Mereka bertanggung jawab mulai dari perumusan kebijakan yang responsif terhadap hak anak hingga penyediaan layanan pendidikan dan kesehatan yang ramah anak. Perlindungan dari kekerasan dan penyediaan data terpilah yang valid juga menjadi fokus utama.
Wakil Bupati Said Fadheil menegaskan komitmennya untuk melakukan pengawasan intensif. Ia bahkan akan membentuk grup WhatsApp khusus untuk memonitor langsung kegiatan gugus tugas. Dengan waktu yang singkat, hanya satu bulan lagi, target ini harus tercapai dengan hasil maksimal.
Komitmen dan Target Pencapaian Predikat Nindya
Said Fadheil menyatakan akan memberikan atensi penuh terhadap kegiatan ini, menganggap keberhasilan sebagai keberhasilan bersama dan kegagalan sebagai kegagalan pemerintah daerah. Ia meyakini bahwa peningkatan status Kabupaten Layak Anak hingga predikat Nindya adalah sesuatu yang realistis dan dapat dicapai dengan kerja keras.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Aceh Barat, Mulyani, menjelaskan bahwa penyamaan persepsi dan penguatan koordinasi antaranggota gugus tugas adalah kunci utama. Aceh Barat menargetkan dapat naik kelas ke predikat Nindya pada tahun 2026 ini.
Tahapan penilaian KLA meliputi evaluasi mandiri, verifikasi administrasi, peninjauan ulang administrasi, dan verifikasi lapangan. Seluruh gugus tugas diharapkan dapat bekerja lebih fokus, bertanggung jawab, dan memastikan setiap program memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Aceh Barat.
Sumber: AntaraNews