Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus, Jawa Tengah, telah menetapkan target ambisius untuk meningkatkan peringkat Kota Layak Anak (KLA) di wilayahnya. Target ini adalah meraih kategori Madya pada tahun 2026, naik dari kategori Pratama yang saat ini disandang.
Upaya ini melibatkan pemenuhan seluruh persyaratan dan indikator yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat untuk mewujudkan lingkungan yang lebih ramah anak. Berbagai sosialisasi dan koordinasi telah dilakukan untuk memastikan dukungan dari seluruh pihak terkait.
Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AP2KB) Kudus, Putut Winarno, menegaskan pentingnya sinergi. Seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) diharapkan berpartisipasi aktif dalam pencapaian target ini.
Advertisement
Advertisement
Untuk merealisasikan target pada 2026 sebagai kabupaten layak anak dengan kategori Madya, Dinsos P3AP2KB Kudus telah gencar melakukan sosialisasi. Sosialisasi ini menyasar masyarakat luas, termasuk instansi pemerintah di Kudus, agar ikut memberikan dukungan penuh.
Putut Winarno menjelaskan bahwa peningkatan peringkat KLA membutuhkan dukungan dari seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Dukungan ini esensial guna memenuhi 24 indikator yang menjadi syarat penilaian ketat.
Setiap OPD diharapkan mendukung pemenuhan hak anak serta perlindungan anak sesuai dengan wilayah tugasnya masing-masing. Sinergi antar OPD ini menjadi kunci utama dalam mencapai predikat KLA kategori Madya.
Advertisement
Putut optimistis bahwa dengan kerja keras dan kolaborasi, Kabupaten Kudus mampu meraih predikat tersebut. Saat ini, proses masih berada pada tahap bimbingan teknis sebelum dilakukannya penilaian mandiri untuk mengidentifikasi kekurangan yang perlu segera dilengkapi.
Advertisement
Dalam mendukung penyediaan sarana dan prasarana ramah anak, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kudus, Endhah Endhayani, melakukan peninjauan. Ia meninjau Taman Bermain Anak yang berlokasi di kompleks Taman Adipura, Jalan R. Agil Kusumadya.
Hasil peninjauan menunjukkan bahwa taman bermain tersebut masih membutuhkan banyak pembenahan. Perbaikan diperlukan mulai dari fasilitas permainan, sistem penerangan, hingga sarana pendukung lainnya.
Beberapa wahana permainan dinilai perlu diperbaiki agar aman dan sesuai standar keselamatan anak. Penataan ulang pagar juga menjadi perhatian penting demi meningkatkan keamanan anak-anak yang bermain di sana.
Advertisement
Endhah Endhayani menekankan bahwa permainan harus aman, ramah anak, dan memiliki unsur edukasi. Selain itu, taman juga harus ramah disabilitas, memastikan semua anak dapat menikmati fasilitas yang ada.
Sarana prasarana lain yang memerlukan perhatian meliputi toilet, tempat duduk, keramik, kolam dengan pompa air yang tidak berfungsi, serta penerangan di area taman. Pagar taman akan ditata ulang untuk keamanan.
Rencananya, akan ada pendamping di lokasi serta pojok UMKM yang melibatkan pelaku usaha mikro bekerja sama dengan PKK. Dukungan dari OPD terkait dan lembaga sosial juga didorong untuk membantu perbaikan dan perawatan fasilitas pasca pembangunan.
Advertisement
Advertisement
Secara umum, terdapat serangkaian indikator yang harus dipenuhi untuk meraih status KLA Madya. Indikator ini mencakup berbagai aspek penting dalam kehidupan anak-anak.
Aspek-aspek tersebut meliputi penguatan kelembagaan yang mendukung hak anak, pemenuhan hak sipil dan kebebasan anak, serta lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif yang kondusif.
Selain itu, indikator juga mencakup kesehatan dasar dan kesejahteraan anak, pendidikan dan pemanfaatan waktu luang yang berkualitas, serta perlindungan khusus bagi anak-anak yang membutuhkan.
Advertisement
Dengan berbagai pembenahan dan kolaborasi lintas sektor yang terus dilakukan, Pemkab Kudus optimistis dapat meningkatkan peringkat KLA pada 2026. Hal ini sejalan dengan upaya mewujudkan lingkungan yang lebih aman, nyaman, dan ramah bagi anak di seluruh Kabupaten Kudus.
Sumber: AntaraNews