Pemerintah Kabupaten Gunung Mas (Gumas), Kalimantan Tengah, menunjukkan komitmennya terhadap partisipasi anak dengan memberikan ruang bagi Forum Anak Daerah untuk menyampaikan aspirasi. Inisiatif ini difasilitasi oleh Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) setempat. Langkah ini menegaskan pentingnya suara anak dalam pembangunan daerah, menciptakan lingkungan yang lebih inklusif dan responsif terhadap kebutuhan generasi muda.
Kepala DP2KBP3A, Rina Sari, menjelaskan bahwa kesempatan ini diberikan dalam berbagai momen penting, salah satunya saat peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-41 dan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-32 tingkat kabupaten. Acara yang diselenggarakan di Kuala Kurun ini menjadi wadah strategis bagi perwakilan anak-anak untuk berinteraksi langsung dengan para pemangku kebijakan. Kehadiran pemimpin daerah menunjukkan keseriusan pemerintah dalam mendengarkan dan mempertimbangkan masukan dari Forum Anak Daerah.
Pada kesempatan tersebut, dua perwakilan Forum Anak Daerah Gumas, Gio Satria dan Jesika Ardilla, secara langsung menyampaikan delapan poin aspirasi di hadapan Bupati Jaya S. Monong, Ketua DPRD Binartha, serta unsur forum koordinasi pimpinan daerah. Aspirasi yang disampaikan mencakup berbagai aspek krusial, mulai dari perlindungan, pendidikan, hingga pengembangan potensi anak. Rina Sari menegaskan bahwa, “Saat itu suara Forum Anak Daerah tadi juga diterima langsung oleh Pak Bupati.”
Advertisement
Advertisement
Forum Anak Daerah Gumas menyoroti isu perlindungan anak dari bahaya rokok. Mereka secara khusus memohon kepada pemerintah untuk memperketat larangan iklan rokok di jalanan, yang seringkali terekspos langsung oleh anak-anak. Selain itu, aspirasi ini juga mencakup edukasi kepada pengelola warung atau minimarket agar tidak memperbolehkan anak-anak membeli rokok. Hal ini menunjukkan kepedulian anak-anak terhadap kesehatan dan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang mereka.
Aspek pendidikan juga menjadi perhatian utama. Forum Anak Daerah meminta pemerintah untuk mengadakan program pembinaan dan pendidikan bagi anak-anak kurang mampu dan putus sekolah. Program ini diharapkan dapat diimplementasikan melalui jajaran dinas terkait, khususnya Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga, serta Dinas Sosial. Tujuannya adalah memastikan setiap anak memiliki akses yang sama terhadap pendidikan dan kesempatan untuk berkembang, tanpa terkendala oleh kondisi ekonomi.
Peningkatan regulasi dan infrastruktur untuk mewujudkan Kabupaten Layak Anak (KLA) juga menjadi poin penting. Forum Anak Daerah berharap pemerintah dapat memperkuat kebijakan dan menyediakan fasilitas yang mendukung status KLA. Ini termasuk penyediaan fasilitas halte dan tempat pejalan kaki yang aman, terutama di kawasan pendidikan. Kehadiran infrastruktur yang memadai akan menciptakan lingkungan yang lebih aman dan nyaman bagi anak-anak dalam beraktivitas sehari-hari.
Advertisement
Advertisement
Untuk mendukung pengembangan bakat dan prestasi, Forum Anak Daerah mengusulkan pembuatan platform atau wadah prestasi berupa media online. Platform seperti Facebook, YouTube, Instagram, dan media sosial lainnya diharapkan dapat mempublikasikan prestasi anak-anak Gumas, sehingga tercipta persaingan positif dan inspirasi bagi yang lain. Inisiatif ini sejalan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan anak-anak di era digital untuk menunjukkan potensi mereka.
Selain itu, mereka juga memohon kepada pemerintah untuk mengadakan berbagai perlombaan dan acara yang mendukung minat dan bakat anak-anak. Contohnya adalah perlombaan pidato, puisi, cerdas cermat, dan debat. Kegiatan semacam ini bertujuan untuk mencari dan mengembangkan bibit unggul yang dapat berpartisipasi serta meningkatkan daya saing sehat di berbagai bidang. Ini adalah langkah konkret untuk mendorong anak-anak mengeksplorasi dan mengasah kemampuan mereka.
Partisipasi anak-anak berprestasi dalam menyebarkan inspirasi dan motivasi juga menjadi bagian dari aspirasi. Forum Anak Daerah berharap anak-anak berprestasi dapat dilibatkan untuk menyampaikan pesan melalui radio atau saluran podcast. Tujuannya adalah meningkatkan motivasi anak-anak Gumas untuk mengejar prestasi, menjadi generasi unggul, serta mempromosikan nilai positif dan karakter bangsa. Ini menciptakan efek domino positif di kalangan generasi muda.
Advertisement
Advertisement
Dalam rangka meningkatkan partisipasi dan pengembangan anak-anak, Forum Anak Daerah juga memohon pembangunan Sekretariat Forum Anak. Sekretariat ini diharapkan dapat menjadi pusat koordinasi pelaksanaan tugas, administrasi, evaluasi kebijakan Forum Anak, serta pengembangan daerah. Keberadaan sekretariat akan memperkuat struktur organisasi Forum Anak dan memastikan keberlanjutan program-program mereka.
Terakhir, Forum Anak Daerah Gumas juga meminta pemerintah untuk menyediakan fasilitas dan infrastruktur yang layak untuk mendukung kegiatan positif bagi anak-anak. Ini termasuk pembangunan ruang serbaguna, lapangan olahraga, dan fasilitas lainnya. Penyediaan fasilitas yang memadai akan memberikan ruang bagi anak-anak untuk berkreasi, berolahraga, dan melakukan kegiatan positif lainnya, menjauhkan mereka dari kegiatan yang kurang bermanfaat.
- Memperketat larangan iklan rokok di jalanan dan mengedukasi pengelola warung/minimarket agar tidak menjual rokok kepada anak.
- Mengadakan program pembinaan dan pendidikan bagi anak-anak kurang mampu dan putus sekolah.
- Meningkatkan, memperkuat regulasi, dan infrastruktur guna mewujudkan Kabupaten Layak Anak.
- Memperbanyak fasilitas halte dan tempat pejalan kaki yang aman, terutama di kawasan pendidikan.
- Membuat platform atau wadah prestasi berupa media online untuk mempublikasikan prestasi anak-anak Gumas.
- Mengadakan berbagai perlombaan dan acara yang mendukung minat dan bakat anak-anak.
- Melibatkan anak-anak berprestasi untuk menyampaikan inspirasi dan motivasi melalui radio atau podcast.
- Membangun Sekretariat Forum Anak untuk koordinasi dan pengembangan.
- Menyediakan fasilitas dan infrastruktur yang layak untuk mendukung kegiatan positif anak-anak.
Advertisement
Sumber: AntaraNews