1.447 Prajurit TNI Kodam Diponegoro Digembleng Masuk Batalyon Pembangunan buat Dukung Program Prabowo
1.447 prajurit TNI wilayah Kodam IV Diponegoro Semarang menjalani serangkaian pelatihan dasar Tamtama.
1.447 prajurit TNI wilayah Kodam IV Diponegoro Semarang menjalani serangkaian pelatihan dasar Tamtama. Pelatihan itu sebagai persiapan masuk satuan baru bernama Batalyon Infanteri Pembangunan yang dipersiapkan untuk menopang kegiatan prioritas Presiden Prabowo Subianto yakni swasembada pangan.
"Kebutuhan prajurit Tamtama terus meningkat seiring dengan pembangunan 100 satuan baru di berbagai Kota," kata Wadanrindam IV Diponegoro Kolonel Inf Edy Widyanto, Selasa (22/7).
Dia menyebut proses pelatihan bagi mereka wajib dijalani selama 56 hari ke depan. Pelaksanaan diksar Tamtama yang dipusatkan di wilayah Rindam jadi bagian inti dari program TNI AD dalam memperkuat satuan teritorial baru di jajaran Kodam IV/Diponegoro.
"Pendidikan dasar kemiliteran yang akan dilaksanakan selama 56 hari, terhitung mulai 21 Juli hingga 14 September," ungkapnya.
Kodam Diponegoro kini membutuhkan prajurit TNI yang tanggap, tangguh, dan trengginas serta memiliki jiwa patriotisme sekaligus kedisiplinan tinggi. Dalam arahannya Edy menjelaskan setiap prajurit menjaga semangat, dedikasi, dan tekad kuat selama menjalani pendidikan.
"Keberhasilan kalian adalah awal dari tanggung jawab besar. Tumbuhkan semangat belajar yang tinggi, patuhi semua perintah pelatih, dan persiapkan diri untuk menjadi prajurit yang profesional dan berkarakter," jelasnya.
Pendidikan ini dirancang untuk mencetak prajurit Tamtama yang berkarakter, disiplin, serta memiliki jasmani prima dan kemampuan tempur mumpuni. Para siswa akan ditempa menjadi prajurit muda yang tanggap, tanggon, dan trengginas, serta responsif terhadap perkembangan teknologi.
"Kalian dituntut menjadi sosok prajurit TNI yang menjadi profesional, responsif, integratif, modern, dan adaptif," ujarnya.
Adapun proses pendidikan ini merupakan bagian dari pembangunan kekuatan TNI AD, sekaligus penguatan pertahanan negara di tengah dinamika lingkungan strategis.
Selain itu kepada seluruh jajaran pelatih agar melaksanakan proses pendidikan dengan optimal dan bertanggung jawab, tetap memprioritaskan aspek keselamatan, serta membentuk karakter prajurit yang tangguh dan siap mengabdi.