Istri Kapten Kapal Tanker Honour 25 Ungkap Detik-detik Pembajakan di Somalia

Menurut penuturannya, hingga kini kapal tanker itu masih dalam kendali perompak dan suaminya diawasi ketat.

Ihwan Fajar
Oleh Ihwan Fajar - Reporter
Istri Kapten Kapal Tanker Honour 25 Ungkap Detik-detik Pembajakan di Somalia
Istri Kapten Kapal Tanker Honour 25 Ungkap Detik-detik Pembajakan di Somalia (Merdeka.com)

Empat warga negara Indonesia yang merupakan ABK di kapal MT Honour 25 Rabu (22/4) lalu diserang oleh kelompok bajak laut di sekitar Hafun, Somalia.

Istri kapten Kapal Tanker Honour 25 Ashari Samadikun, Santi Sanaya (26) menceritakan detik-detik kapal yang dinakhodai suaminya dibajak oleh perompak Somalia.

Santi mengaku hingga kini Kapal Tanker Honour 25 masih berada di bawah kendali para pelaku bersama seluruh kru. Santi menyebut mendapatkan kabar pertama kali melalui pesan suara yang dikirim langsung oleh suaminya pada Selasa (21/4) malam.

“Suami saya kirim voice note, bilang kalau kapalnya diserang bajak laut. Di saat itu juga saya langsung coba hubungi kembali, HP-nya masih aktif tapi sudah tidak dibalas,” ujarnya, Minggu (26/4).

Beberapa jam setelah pesan tersebut, komunikasi antara Santi dan suaminya terputus total. Ia mengaku tidak dapat lagi menghubungi Ashari hingga akhirnya mendapat kesempatan berkomunikasi kembali melalui video call menggunakan fasilitas dari kapal pada Jumat malam (24/4).

Suami Dikelilingi Perompak

Dalam percakapan video tersebut, Santi melihat langsung kondisi suaminya yang berada di bawah pengawasan ketat para perompak. Meski tidak dalam kondisi disekap secara fisik, Ashari terlihat dikelilingi oleh para pelaku yang membawa senjata.

“Tidak seperti disekap, tapi memang dikelilingi perompak. Senjata juga ada di sekitar mereka. Alhamdulillah kondisi suami saya sehat,” jelasnya.

Ia menambahkan, sejauh ini para perompak masih memperlakukan kru dengan baik. Namun, situasi di lapangan dinilai sangat dinamis dan berpotensi berubah sewaktu-waktu.



Harapan Sang Istri

“Situasinya bisa berubah-ubah. Kalau mereka merasa terancam, itu bisa mempengaruhi keselamatan kru,” tambah Santi.

Kapal tanker Honour 25 diketahui tengah berlayar menuju Somalia, wilayah yang selama ini dikenal rawan aksi pembajakan laut.

Atas kejadian tersebut, Santi berharap adanya perhatian dan langkah cepat dari pemerintah serta pihak perusahaan untuk menyelamatkan seluruh awak kapal.

“Saya berharap pemerintah dan perusahaan bisa segera menyelesaikan masalah ini, dan semua kru bisa pulang dengan selamat tanpa kurang satu apa pun,” ucapnya.

Rekomendasi