1.000 Kacamata Gratis: Khofifah Puji Sinergi Lintas Elemen Peringati World Sight Day 2025
Gubernur Khofifah Indar Parawansa memuji sinergi berbagai pihak dalam pembagian 1.000 kacamata gratis bagi anak-anak di Surabaya, sebuah inisiatif penting pada World Sight Day 2025.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, memberikan apresiasi tinggi terhadap kolaborasi lintas elemen yang sukses menyelenggarakan pemeriksaan kesehatan mata dan pembagian 1.000 kacamata gratis. Kegiatan ini ditujukan bagi anak-anak dari 12 sekolah di Surabaya, bertepatan dengan peringatan World Sight Day 2025. Inisiatif mulia ini berlangsung pada hari Sabtu di Islamic Center Surabaya, menunjukkan komitmen bersama terhadap kesehatan penglihatan generasi muda.
Acara bertema “Bersatu Selamatkan Penglihatan Generasi” ini merupakan hasil kerja sama apik antara Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) Wilayah Jawa Timur, Ikatan Refraksionis Optisien Indonesia (IROPIN) Jawa Timur, serta NU Care–LAZISNU Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur. Sinergi ini bertujuan meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan mata sejak dini. Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti nyata kepedulian terhadap masa depan anak-anak di Jawa Timur.
Khofifah mengungkapkan bahwa kolaborasi semacam ini telah memasuki tahun ketiga pelaksanaannya, menunjukkan konsistensi dan keberlanjutan program. Pada tahun ini, fokus utama adalah pembagian 1.000 kacamata gratis setelah melalui proses skrining dan pemeriksaan menyeluruh. Ribuan anak-anak telah mendapatkan manfaat dari program ini, memastikan mereka dapat melihat dunia dengan lebih jelas.
Kolaborasi Tiga Tahun untuk Kesehatan Mata
Gubernur Khofifah menjelaskan bahwa program pembagian kacamata gratis ini diawali dengan skrining dan pemeriksaan di 12 Sekolah Dasar (SD) atau Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Surabaya. Setiap sekolah, hanya siswa kelas 4, 5, dan 6 yang dilibatkan dalam proses skrining awal. Ini memastikan fokus pada kelompok usia yang rentan terhadap masalah penglihatan.
Dari total 3.000 siswa yang menjalani skrining awal, ditemukan bahwa 1.091 siswa terindikasi mengalami kelainan refraksi. Angka ini menunjukkan betapa pentingnya program deteksi dini semacam ini. Kelainan refraksi yang tidak tertangani dapat mengganggu proses belajar dan perkembangan anak.
Anak-anak yang terindikasi kelainan refraksi kemudian diarahkan untuk mengikuti pemeriksaan lanjutan oleh para ahli mata. Pemeriksaan ini dilakukan secara lebih mendalam sebelum mereka akhirnya menerima kacamata gratis yang sesuai dengan kebutuhan penglihatan masing-masing. Proses bertahap ini menjamin akurasi dan efektivitas bantuan yang diberikan.
Skrining dan Pemeriksaan Komprehensif
Pelaksanaan program tahun ini melibatkan skala yang cukup besar dengan dukungan fasilitas dan tenaga medis yang memadai. Sebanyak 53 titik stan pemeriksaan mata disiapkan untuk melayani para siswa. Selain itu, terdapat tiga stan khusus yang diisi oleh spesialis mata, memastikan penanganan kasus yang lebih kompleks.
Dukungan tenaga medis juga sangat signifikan, dengan partisipasi 80 dokter spesialis dan residen dari Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga. Kehadiran para profesional ini menjamin kualitas pemeriksaan dan diagnosis yang diberikan. Mereka bekerja keras untuk memastikan setiap anak mendapatkan perhatian yang optimal.
Program ini tidak hanya berfokus pada pembagian kacamata gratis, tetapi juga pada edukasi dan peningkatan kesadaran. Para siswa dan orang tua diberikan informasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan mata. Hal ini diharapkan dapat menciptakan kebiasaan baik dalam merawat penglihatan sejak dini.
Pentingnya Hari Penglihatan Sedunia
Wakil Ketua Perdami Jawa Timur, Muhammad Nurdin Zuhri, menjelaskan bahwa World Sight Day atau Hari Penglihatan Sedunia diperingati setiap Kamis kedua bulan Oktober. Momentum ini sangat krusial untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan mata. Peringatan ini menjadi pengingat bagi semua pihak.
“Perwujudan hari penglihatan sedunia tiap tahun diperingati supaya meningkatkan kewaspadaan dan pengetahuan tentang kesehatan mata. Ini juga momentum kembali menyadari bahwa penglihatan adalah jendela kehidupan,” ujar Muhammad Nurdin Zuhri. Pernyataan ini menekankan peran vital penglihatan dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Di akhir kegiatan, Gubernur Khofifah tidak hanya fokus pada kesehatan mata. Beliau juga menyerahkan beasiswa kepada anak-anak yang berulang tahun bertepatan dengan Hari Jadi ke-80 Provinsi Jawa Timur. Selain itu, ribuan anak yang hadir juga menerima bingkisan, menambah keceriaan dalam acara tersebut.
Sumber: AntaraNews