Pemerintah Kabupaten Tulungagung melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) menggelar bakti sosial pembagian kacamata gratis untuk 232 warganya pada Jumat, 9 Januari 2026. Inisiatif ini menargetkan warga yang mengalami gangguan penglihatan hipermetropi atau mata plus, sebagai upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Program ini merupakan respons terhadap tingginya angka gangguan penglihatan yang terdeteksi dalam program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di wilayah tersebut.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Tulungagung, Aris Setiawan, menjelaskan bahwa gangguan penglihatan menjadi salah satu temuan terbanyak dalam pelaksanaan CKG. Pembagian kacamata ini diharapkan dapat membantu aktivitas sehari-hari warga, terutama dalam membaca dan beribadah. Kegiatan ini juga menjadi bukti kolaborasi antara pemerintah daerah dan kelompok masyarakat untuk kesejahteraan publik.
Distribusi kacamata gratis ini difokuskan pada penderita hipermetropi yang mayoritas berusia 40 tahun ke atas, berdasarkan data pasien dari masing-masing puskesmas. Setelah tahap awal ini selesai, Dinkes Tulungagung berencana untuk melanjutkan penyaluran kacamata minus bagi penderita kelainan visus lainnya. Langkah proaktif ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam mengatasi masalah kesehatan mata di komunitas.
Advertisement
Advertisement
Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang digalakkan oleh Dinas Kesehatan Tulungagung telah mengungkap fakta penting mengenai kesehatan mata masyarakat. Berdasarkan hasil pemeriksaan, gangguan penglihatan menjadi temuan yang paling dominan di antara berbagai masalah kesehatan lainnya. Hal ini menunjukkan urgensi penanganan masalah penglihatan di Tulungagung.
Aris Setiawan mengungkapkan bahwa mayoritas masyarakat usia 40 tahun ke atas di Tulungagung mengalami hipermetropi atau mata plus. "Berdasarkan hasil CKG, mayoritas masyarakat usia 40 tahun ke atas mengalami hipermetropi atau mata plus, sementara pada usia produktif dan pelajar banyak ditemukan kelainan visus seperti mata minus," kata Aris di Tulungagung. Hipermetropi sendiri adalah gangguan ketajaman penglihatan jarak dekat yang seringkali dipengaruhi oleh faktor usia, menyebabkan penderitanya kesulitan membaca atau melihat objek dari dekat.
Penemuan ini menjadi dasar kuat bagi Dinkes Tulungagung untuk mengambil tindakan konkret. Data dari CKG tidak hanya mengidentifikasi masalah, tetapi juga membantu memetakan kelompok usia yang paling rentan. Dengan demikian, program Kacamata Gratis Tulungagung dapat disalurkan secara tepat sasaran dan efektif.
Advertisement
Advertisement
Tingginya angka gangguan penglihatan di Tulungagung mendorong berbagai kelompok masyarakat untuk berkolaborasi dengan Dinkes setempat. Kolaborasi ini terwujud dalam bentuk bakti sosial pembagian kacamata gratis bagi warga yang membutuhkan. Sinergi antara pemerintah dan elemen masyarakat ini menjadi kunci keberhasilan program.
Dinas Kesehatan Tulungagung berperan aktif dalam membantu pendistribusian kacamata baca. "Kami diminta membantu pendistribusian kacamata baca untuk masyarakat usia 40 tahun ke atas yang mengalami mata plus," ujar Aris. Penerima bantuan Kacamata Gratis Tulungagung ini diusulkan berdasarkan data pasien yang telah menjalani pemeriksaan CKG di puskesmas-puskesmas.
Pada tahap awal, fokus pendistribusian adalah untuk 232 penderita hipermetropi. Proses ini memastikan bahwa bantuan disalurkan kepada mereka yang paling membutuhkan berdasarkan data medis yang akurat. Setelah distribusi kacamata baca selesai, Dinkes Tulungagung juga akan melanjutkan penyaluran kacamata minus bagi penderita kelainan visus lainnya, menunjukkan komitmen jangka panjang.
Advertisement
Advertisement
Pembagian Kacamata Gratis Tulungagung ini diharapkan membawa dampak positif yang signifikan bagi penerimanya. Terutama bagi penderita hipermetropi, kacamata baca akan sangat membantu dalam menjalankan aktivitas sehari-hari yang membutuhkan penglihatan jarak dekat. Ini termasuk kegiatan membaca, menulis, hingga beribadah.
Aris Setiawan berharap bantuan ini dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan. "Aris berharap bantuan kacamata baca tersebut dapat membantu aktivitas warga, terutama dalam kegiatan membaca dan ibadah, sehingga kualitas hidup masyarakat dapat meningkat," jelasnya. Kemampuan melihat dengan jelas sangat fundamental untuk kemandirian dan partisipasi aktif dalam masyarakat.
Program ini tidak hanya berhenti pada pembagian kacamata baca. Rencana untuk melanjutkan penyaluran kacamata minus menunjukkan visi Dinkes Tulungagung yang komprehensif dalam menangani masalah penglihatan. Inisiatif ini menegaskan pentingnya akses terhadap layanan kesehatan mata yang terjangkau dan merata bagi seluruh lapisan masyarakat di Tulungagung.
Advertisement
Sumber: AntaraNews