Menteri PPA Arifah Fauzi: 93 Persen Gigi Anak Indonesia Berlubang
Ratusan anak sekolah luar biasa (SLB) di Semarang melakukan cek kesehatan gratis (CKG).
Ratusan anak sekolah luar biasa (SLB) di Semarang melakukan cek kesehatan gratis (CKG), Senin (4/8). Menteri Pendayagunaan Perempuan dan Anak (Menteri PPA) Arifatul Choiri Fauzi mengatakan, CKG adalah salah satu program hasil terbaik tercepat yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo.
"Dengan CKG ini untuk memantau kesehatan anak-anak kita, membentuk generasi emas Indonesia. Karena anak dan perempuan adalah kalangan rentan maka pemeriksaan kesehatan harus dipantau dengan baik," kata Arifatul Choiri Fauzi, Senin (4/8).
Dia menyebut cek kesehatan ditujukan kepada anak-anak yang bersekolah saat ini merupakan calon pemimpin Indonesia pada masa mendatang. Sebab, anak yang bersekolah saat ini akan berusia dewasa tepat saat bangsa Indonesia menapaki usia 100 tahun pada 2045.
Untuk itulah pihaknya ingin menanamkan fondasi dasar bidang kesehatan dan pendidikan agar anak-anak Indonesia tumbuh menjadi sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas.
"Ketika tahun 2045 Indonesia menginjak usia ke-100, yang mana yang sekarang usia anak anak ini akan jadi pemimpin masa depan. Maka beliau (Presiden Prabowo) tidak ingin ada anak yang tidak dapat kesempatan yang sama. Oleh karena itu kita mencari solusi agar memiliki SDM berkualitas," ungkapnya.
Sedangkan untuk hal yang mendasar adalah kesehatan. Dari hasil data rata-rata kesehatan gigi anak Indonesia kurang baik, dan angka stunting cukup tinggi.
"Kita lihat data yang ada sekarang cukup memprihatinkan kesehatan gigi yaitu 93 persen gigi anak Indonesia kurang baik, berlubang, hanya 7 persen yang baik. Angka stunting juga lumayan cukup tinggi. Maka ini jadi solusi bagi anak di Indonesia," jelasnya.
Program sekolah rakyat sekolah sehat juga menjadi inisiasi supaya anak Indonesia bisa menempuh pendidikan yang baik. Kemudian persoalan perkembangan gizi pihaknya juga menargetkan ada pemantauan pemberian gizi yang terjamin mutunya.
Adanya berbagai pelaksanaan tersebut semata tak bisa dilakukan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melainkan perlu pelibatan aktif dari kementerian lainnya supaya kegiatan di lapangan bisa terlaksana dengan baik.
Sementara itu, Sekda Jateng Sumarno menyampaikan realisasi pelaksanaan CKG di wilayahnya telah menyentuh lebih dari 15 juta warga. Dengan melaksanakan CKG setidaknya bisa membentuk generasi emas Indonesia.
"Capaian CKG, kita sudah melakukan bagi 15an juta masyarakat. Tentu kalau anak kita kepengin cerdas maka gizi anak harus diperhatikan," pungkasnya.