Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah berhasil melaksanakan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di 202.284 sekolah, madrasah, dan pesantren di seluruh Indonesia. Inisiatif ini menjangkau 71 persen dari total target fasilitas pendidikan yang ditetapkan.
Melalui program CKG, Kemenkes berhasil memeriksa sekitar 25 juta peserta didik pada tahun 2025, mencakup 49 persen dari target keseluruhan. Peserta didik ini berasal dari 38 provinsi yang tersebar di seluruh Indonesia, menunjukkan cakupan yang luas.
Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Kemenkes, Maria Endang Sumiwi, menyatakan bahwa program ini bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi kesehatan yang banyak ditemukan pada anak usia sekolah dan remaja. Hasil pemeriksaan mengungkap berbagai tantangan kesehatan yang memerlukan perhatian serius.
Advertisement
Advertisement
Waspada Tekanan Darah dan Obesitas pada Anak Usia Sekolah
Salah satu temuan signifikan dari Cek Kesehatan Gratis Kemenkes adalah tingginya prevalensi tekanan darah di atas normal pada anak usia sekolah dan remaja. Maria Endang Sumiwi mengungkapkan bahwa satu dari lima anak sudah mengalami tekanan darah di atas normal atau pre-hipertensi. Kondisi ini sangat mengkhawatirkan karena dapat meningkatkan risiko masalah kesehatan yang lebih serius di kemudian hari.
Untuk mencegah tekanan darah tinggi, Kemenkes menyarankan pengurangan konsumsi garam berlebih, terutama dari makanan olahan dan jajanan. Penting juga untuk memperbanyak konsumsi sayur dan buah, serta rutin melakukan aktivitas fisik. Jika sudah didiagnosis hipertensi, kepatuhan minum obat sesuai anjuran dokter menjadi krusial.
Selain masalah tekanan darah, program CKG juga menyoroti tingginya angka kegemukan, gizi lebih, dan obesitas pada anak-anak. Data menunjukkan bahwa tujuh dari 100 anak mengalami kondisi ini. Kombinasi tekanan darah tinggi dan obesitas secara signifikan meningkatkan risiko penyakit kronis di masa depan.
Advertisement
Advertisement
Masalah Telinga dan Anemia yang Mengganggu Kualitas Hidup
Cek Kesehatan Gratis Kemenkes juga menemukan bahwa 26 dari 100 anak mengalami masalah telinga. Masalah ini bervariasi, mulai dari infeksi, telinga tertutup kotoran, hingga penurunan pendengaran. Gangguan pendengaran dapat berdampak besar pada kualitas hidup dan proses belajar anak.
Pencegahan masalah telinga meliputi pengaturan durasi dan volume suara saat mendengarkan, membersihkan area telinga dengan baik, serta melindungi telinga di lingkungan bising. Langkah-langkah ini penting untuk menjaga kesehatan pendengaran jangka panjang.
Selain itu, program CKG mengungkap bahwa satu dari empat remaja mengalami anemia atau kurang darah. Anemia dapat menyebabkan kelelahan, penurunan konsentrasi, dan mengganggu performa akademik. Untuk mengatasinya, diperlukan konsumsi gizi seimbang, dan bagi remaja putri, dianjurkan meminum tablet tambah darah untuk meningkatkan kadar zat besi.
Advertisement
Advertisement
Pentingnya Menjaga Kesehatan Gigi Sejak Dini
Kesehatan gigi juga menjadi perhatian utama dalam program Cek Kesehatan Gratis Kemenkes. Data menunjukkan bahwa 47 persen dari kelompok usia sekolah dan remaja memiliki masalah gigi, seperti gigi berlubang. Hal ini seringkali disebabkan oleh kurangnya kebiasaan menggosok gigi dan konsumsi gula yang berlebihan.
Masalah gigi berlubang dapat menimbulkan rasa sakit, mengganggu asupan makanan, dan bahkan berdampak pada kesehatan umum. Oleh karena itu, Kemenkes menyarankan agar peserta didik memeriksakan kesehatan gigi secara rutin setiap enam bulan sekali.
Edukasi tentang pentingnya menjaga kebersihan gigi dan mulut, serta mengurangi asupan makanan manis, merupakan kunci untuk mencegah masalah gigi. Program CKG Kemenkes berperan penting dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan gigi sejak dini.
Advertisement
Sumber: AntaraNews