Pria di Bulukumba Tikam Mantan Mertua, Sakit Hati Eks Istri Mau Menikah Lagi
Pelaku menikam mantan mertuanya hingga meninggal dunia. Ini kronologinya.
Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Bulukumba, Sulawesi Selatan, menangkap pria inisial AH (25) dalam kasus penganiayaan. Pelaku menikam mantan mertuanya inisial HH (49) hingga meninggal dunia.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Bulukumba Ajun Komisaris Andi Imran Hamid mengatakan pelaku menikam mantan mertuanya terjadi pada pukul 14.15 Wita, Senin (28/4/2026).
Sakit hati menjadi motif utama pelaku karena mantan istrinya hendak menikah lagi.
"Diduga dipicu sakit hati setelah sang mantan istri menikah lagi. Dari tangan pelaku, kami turut mengamankan barang bukti berupa satu bilah senjata tajam jenis badik beserta warangkanya," ujarnya melalui keterangan tertulisnya, Kamis (30/4).
Kronologi
Imran menjelaskan kronologi berawal saat pelaku mendatangi indekos mantan istrinya inisial NI. Saat itu, terjadi cekcok antara pelaku dan mantan istrinya.
"Korban yang tahu ada keributan mendatangi TKP (tempat kejadian perkara). Saat itu korban datang membawa parang," ungkapnya.
Pelaku yang melihat mantan mertuanya membawa parang pun tak terima. AH pun mengeluarkan badik dan langsung menikam korban.
"Dalam kondisi berhadapan, pelaku kemudian mencabut badik dan menikam korban pada bagian perut sebelah kiri serta kedua paha korban," ungkapnya.
Perut Robek
Akibat penikaman tersebut, kata Andi Imran, korban mengalami luka serius pada bagian perut serta luka robek pada paha kiri dan kanan.
"Korban sempat dilarikan warga ke RSUD Sultan Daeng Radja Bulukumba, namun meninggal dunia dalam perjalanan," bebernya.
Setelah kejadian, kata Imran, pelaku melarikan diri menuju Dusun Ulutedong.
Berkat laporan masyarakat, tim gabungan segera melakukan penyelidikan dan pengejaran hingga akhirnya berhasil mengamankan terduga pelaku tanpa perlawanan sekitar 2 jam pasca penikaman.
“Dari hasil interogasi, terduga pelaku mengakui perbuatannya. Ia menyebut melakukan penikaman setelah sebelumnya diancam oleh korban menggunakan parang,” ucapnya.