Viral Warga Ngamuk Keluhkan Lambatnya Ngurus e-Tilang, Ini Penjelasan Polisi
Seorang pria berkaus putih memakai topi kesal lantaran jarum jam baru menunjukkan pukul 08.00 pagi namun nomor antrean sudah menyentuh angka 500.
Beredar di media sosial video warga mengamuk di kantor polisi. Usut punya usut, mereka kesal lantaran lama menunggu saat tengah mengurus pembayaran e-tilang atau tilang elektronik.
Seorang pria berkaus putih memakai topi kesal lantaran jarum jam baru menunjukkan pukul 08.00 pagi namun nomor antrean sudah menyentuh angka 500. Kekesalan memuncak karena layanan terhenti.
"Bagaimana masyarakat bisa percaya dengan aparat kepolisian," teriak pria tersebut yang lantas disahuti warga lainnya tanda setuju, seperti dikutip merdeka.com, Rabu (7/5).
Belum lagi ada warga yang mengeluhkan memiliki sepeda motor KLX Trail, setelah dicek ada pelanggaran menerobos lampu merah.
"Mau bayar pajak, saya taat pajak. Saya cek online ternyata cek blokir e-tilang," kata warga lainnya pria berkaus biru yang hendak membayar e-tilang.
Namun, yang mengesalkan sepeda motor yang melanggar tertulis merek Jupiter MX.
Pria tersebut menanyakan apakah ada jaminan dia tidak lagi akan direpotkan setelah mengurus hal tersebut. Lantaran motor yang dimiliki dengan yang ada di e-tilang berbeda.
Kata Polisi
Menanggapi hal itu, Wakil Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya AKBP Argo Wiyono menjelaskan, insiden ini dipicu karena adanya kerusakan gardu listrik PLN di Gedung Biru, kawasan Polda Metro Jaya.
Saat itu, petugas PLN langsung melakukan perbaikan sejak pukul 13.00 hingga 16.00 Wib. Hal itu menyebabkan layanan ETLE hingga pengurusan berkas kendaraan bermotor tak dapat beroperasi.
"Jadi kemarin memang listrik mati, langsung off. Sistem shutdown karena ada pemadaman dari PLN. Ada perbaikan pada saat proses perbaikan itulah ETLE gak bisa diaktifkan," kata Argo kepada wartawan, Rabu (7/5).
Menurut Argo, warga yang terekam marah-marah di lokasi pelayanan kemudian difasilitasi oleh petugas. Setelah mendapat penjelasan terkait kendala teknis yang terjadi, warga tersebut disebut telah meminta maaf.
"Kami sudah menemui, menjelaskan dan setelah itu. Dijelaskan duduk perkara yang bersangkutan langsung minta maaf," ujar dia.