Sebanyak 34 Kecelakaan Terjadi di Perlintasan Kereta Api Jakarta
Pelanggaran di perlintasan kereta masih menjadi salah satu penyebab utama kecelakaan perjalanan kereta api.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 (Daop 1) Jakarta mencatat sebanyak 34 kejadian kecelakaan yang melibatkan kereta api dan kendaraan bermotor di perlintasan sebidang sepanjang periode Januari hingga Juli 2025.
“Pelanggaran di perlintasan kereta masih menjadi salah satu penyebab utama kecelakaan perjalanan kereta api,” ujar Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Ixfan Hendriwintoko, di Jakarta, Senin (4/8) dikutip Antara.
Sebagai respons atas tingginya angka kecelakaan, KAI Daop 1 Jakarta terus menggencarkan sosialisasi keselamatan di berbagai titik rawan kecelakaan.
Kegiatan ini melibatkan unsur masyarakat, komunitas penggemar kereta api, dan instansi terkait, guna meningkatkan kesadaran publik akan bahaya menerobos palang pintu perlintasan.
Salah satu kegiatan sosialisasi dilakukan pada Minggu (3/8) di jalur antara Stasiun Bojong Indah dan Stasiun Rawa Buaya, tepatnya di KM 8+2/3, Jalan Bojong Indah Raya.
Kegiatan ini melibatkan Tim Humas Daop 1 Jakarta, personel pengamanan Stasiun Bojong Indah, serta partisipasi aktif dari tiga komunitas railfans: Jejak Railfans, Train Photograph, dan Gerakan Muda Penggemar Kereta Api (GMPKA).
Para relawan menyampaikan pesan-pesan keselamatan kepada pengguna jalan, baik pengendara motor, mobil, maupun pejalan kaki.
Kegiatan dilengkapi dengan pembentangan spanduk imbauan, pembagian stiker dan suvenir keselamatan, serta pengingat kepada masyarakat agar tidak menerobos perlintasan saat sinyal peringatan berbunyi dan kereta akan melintas.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan kami dalam menggandeng elemen masyarakat guna menciptakan perjalanan kereta api yang aman dan lancar, khususnya di titik rawan kecelakaan,” jelas Ixfan.
Ia menegaskan, sosialisasi bukan sekadar edukasi satu arah, tapi juga bentuk kolaborasi.
“Keselamatan perjalanan kereta api adalah tanggung jawab bersama,” tutupnya.