Tidak Heran Lagi, Masyarakat Israel Sejak Kecil Didoktrin Merendahkan Orang Palestina dan Genosida Itu Normal
Pemikiran dan aksi keji genosida telah tertanam dalam tatanan masyarakat Israel.
Andrey Krasnovski, aktivis dan jurnalis independen Israel mengungkap bahwa pemerintah Israel sudah mengambil alih pola pikir masyarakat Israel, bahkan sejak di bangku sekolah. Dukungan tentang tindakan genosida terhadap warga Gaza sudah tertanam dalam setiap segmen, yakni dalam politik, pendidikan, dan wajib militer di bawah kendali media sayap kanan.
“Masyarakat Israel jauh lebih mendukung genosida daripada yang diperkirakan banyak orang. Selama beberapa dasawarsa, tujuan negara adalah untuk mempolitisasi masyarakat sebanyak mungkin untuk mengubah setiap orang menjadi politisi,” ujar Krasnovski TRT World akhir bulan lalu.
Menurut dia, hal itu sudah dicapai melalui struktur pendidikan sekolah, dan melalui wajib militer.
Ia mengatakan anak-anak yang baru keluar dari sekolah tidak pernah tau apa itu Nakba – bencana pengusiran massal penduduk Palestina pada 1948 oleh zionis.
Perspektif yang berbeda
“Mereka tidak tahu tentang peristiwa Nakba, dan bahkan belum pernah mendengar kata itu,” kata dia.
Masyarakat Israel tidak pernah mendengar kisah sejarah dari perspektif yang berbeda. Mereka menafikan sejarah Israel-Palestina yang tidak sejalan dengan ideologi zionis.
“Keadaan semakin buruk selama beberapa dasawarsa, terutama sejak tahun 2000 dan 2001," kata dia.
Krasnovski menuturkan, keterlibatan ideologi zionis dalam setiap aspek mengakibatkan mayoritas masyarakat Israel merendahkan martabat orang Palestina. Mereka menganggap genosida di Gaza disajikan sebagai solusi yang normal.
80 Persen Warga Israel Setuju Usir Paksa Penduduk Palestina
Survei yang dilaksanakan oleh Universitas Penn State menyatakan 82 persen warga Israel mendukung zionis melakukan pembersihan etnis di Gaza. Survei ini melibatkan 1.005 responden Yahudi Israel dan dipublikasikan oleh surat kabar Haaretz pada 22 Mei lalu.
“Delapan puluh dua persen dari mereka yang disurvei menyatakan dukungannya untuk mengusir paksa penduduk di Jalur Gaza, dan 56 persen mendukung pengusiran paksa warga Arab Israel,” kutip Haaretz dari hasil survei tersebut.
Sejak Kecil Diajarkan Membunuh Orang Palestina
Tak hanya itu, sebuah fasilitas publik Israel mengajarkan anak-anak kecil cara menembak, menjadi agen intelijen, dan berdandan menyerupai teroris. Mereka bermain sebagai tentara di tempat simulasi yang dirancang sebagai desa Palestina.
Fasilitas tersebut adalah “Fauda Base” yang berlokasi di Israel tengah.
Di sana, para pengunjung dijanjikan akan bisa menembakkan berbagai senjata yang digunakan pasukan khusus seperti senapan sniper, M4, Uzi, Tavor, dan lainnya. Menurut laporan HaMakom, pelanggan fasilitas ini mencakup serikat pekerja, perusahaan, gerakan pemuda, dan kelompok yang bekerja dengan anak-anak remaja.
Kegiatan ini berlangsung di sebuah desa fiksi bernama “El Mahmoudiya” yang memiliki pasar kecil, restoran, dan sejumlah bangunan sebagai operasi khusus Fauda dilaksanakan.
Reporter Magang: Devina Faliza Rey