Saudi Kembali Tegaskan Ogah Jalin Hubungan dengan Israel Tanpa Pendirian Negara Palestina Merdeka
Pernyataan ini disampaikan Saudi setelah Donald Trump berencana mengusir warga Palestina di Gaza.
Kementerian Luar Negeri Arab Saudi menegaskan pada Rabu (5/2), negara kerajaan tersebut tidak akan membuka hubungan diplomatik dengan Israel tanpa komitmen pendirian negara Palestina.
Kementerian Arab Saudi juga menegaskan sikap negara kerajaan tersebut tegas dan tak tergoyahkan. Demikian dikutip dari The Jerusalem Post, Rabu (5/2).
Hal ini disampaikan setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan ingin mengusir warga Palestina di Gaza ke Mesir dan Yordania. Dalam konferensi pers bersama Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Trump juga mengatakan akan membangun Jalur Gaza secara ekonomi setelah penduduknya diusir dipindah ke luar negeri.
Saudi juga menolak upaya pengusiran rakyat Palestina dari tanah air mereka. Sikap negara kerajaan ini terhadap Palestina tidak dapat dinegosiasikan.
Pernyataan tersebut juga menyatakan, putra mahkota Arab Saudi, Pangeran Muhammad bin Salman menegaskan posisi negaranya secara 'jelas dan eksplisit' yang tidak memungkinkan interpretasi apa pun dalam keadaan apa pun terkait Palestina. Setiap usulan pemindahan warga Palestina adalah masalah yang sangat sensitif baik di kalangan warga Palestina maupun negara-negara Arab.
AS telah berbulan-bulan melakukan upaya diplomasi dengan Arab Saudi untuk normalisasi hubungan dengan Israel dan mengakui eksistensi negara Zionis penjajah tersebut. Namun, perang genosida Israel di Gaza sejak 7 Oktober 2023 membuat Riyadh mempertimbangkan kembali upaya normalisasi tersebut.
Trump ingin Saudi mengikuti langkah sejumlah negara Arab lainnya seperti Uni Emirat Arab dan Bahrain yang telah menormalisasi hubungan dengan Israel melalui Perjanjian Abraham pada 2020.