Jamaah Haji Khusus Indonesia Perdana Tiba di Madinah, Siap Jalani Ibadah Lebih Singkat
Rombongan perdana jamaah haji khusus Indonesia telah tiba di Madinah pada Sabtu, menandai dimulainya fase ibadah yang lebih singkat dibandingkan haji reguler, dengan pengawasan ketat dari Kementerian Haji dan Umrah.
Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi menyambut kedatangan rombongan perdana jamaah calon haji khusus dari Indonesia di Madinah pada Sabtu. Kedatangan ini menandai dimulainya rangkaian ibadah haji bagi kelompok yang akan menjalani masa tinggal lebih singkat di Tanah Suci dibandingkan jamaah reguler. Antusiasme tinggi terlihat dari para jamaah yang siap menunaikan rukun Islam kelima.
Rombongan yang tergabung dalam Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) Patuna Travel tersebut tiba sekitar pukul 11.00 WIB melalui terminal internasional Bandara Prince Mohammad Bin Abdul Aziz. Sebanyak 42 orang, terdiri dari 39 jamaah dan tiga petugas, disambut langsung oleh PPIH Arab Saudi Daerah Kerja (Daker) Bandara dan tim pengawasan haji khusus Daker Madinah.
Kedatangan ini menjadi momen penting bagi jamaah haji khusus yang menantikan kesempatan untuk beribadah dan bersilaturahmi di kota Nabi. Pembimbing ibadah haji Patuna Ahmad Saifuddin menyatakan bahwa jamaah sangat antusias untuk berjumpa dengan Rasulullah Nabi Muhammad SAW di kota kelahirannya.
Rangkaian Ibadah dan Durasi Haji Khusus
Pembimbing ibadah haji jamaah Patuna, Ahmad Saifuddin, mengungkapkan bahwa rombongan ini adalah kelompok terawal yang tiba di Madinah. Selama di Madinah, mereka akan menjalani program Arbain, yaitu shalat berjamaah 40 waktu di Masjid Nabawi, selama kurang lebih delapan hingga 10 malam.
Saifuddin juga menjelaskan bahwa secara umum, rangkaian ibadah haji bagi jamaah khusus tidak berbeda dengan haji reguler. Namun, terdapat penyesuaian dalam itinerary, seperti skema murur atau melintas di Muzdalifah setelah tengah malam, sebelum kemudian menuju Makkah untuk tawaf ifadah, sai, dan tahalul awal. Total perjalanan rangkaian haji khusus ini diperkirakan kurang lebih 30 hari.
Koordinator Bandara Madinah Patuna Travel, Ayman Sofyan, menambahkan bahwa secara keseluruhan terdapat 1.100 anggota jamaah calon haji khusus yang diberangkatkan oleh Patuna Travel tahun ini, terbagi dalam 26 bus. Kedatangan hari ini merupakan kedatangan perdana dari grup Patuna yang akan datang secara bergelombang.
Sofyan juga membandingkan masa tinggal haji khusus yang lebih singkat dibandingkan haji reguler yang mencapai 40 hari di Arab Saudi. Untuk program Arbain, jamaah haji khusus akan tinggal selama 10 hari di Madinah, sementara paket lainnya hanya empat hari. Setelah itu, mereka akan bergeser ke Makkah untuk menjalankan rangkaian ibadah haji dan kembali ke tanah air.
Pengawasan dan Keunggulan Haji Khusus
Kepala PPIH Arab Saudi Daker Bandara, Abdul Basir, menyatakan bahwa jamaah calon haji khusus Indonesia akan tiba secara bergelombang setiap hari, baik di Madinah maupun Jeddah. Hal ini menunjukkan koordinasi yang matang dalam penyelenggaraan ibadah haji khusus.
Kementerian Haji dan Umrah turut melakukan pengawasan ketat terhadap penyelenggaraan ibadah haji khusus. Pengawasan ini mencakup berbagai aspek layanan PIHK, mulai dari akomodasi, katering, hingga bimbingan ibadah dan hak-hak lain yang harus diterima jamaah. Tujuannya adalah untuk memastikan kualitas layanan dan kenyamanan jamaah.
Kasubdit Pengawasan Haji Khusus Dirjen Pengendalian Penyelenggara Haji dan Umrah Kementerian Haji dan Umrah, Dani Pramudya, menyoroti salah satu keunggulan haji khusus. Ia menyebutkan bahwa masa tunggu keberangkatan haji khusus jauh lebih singkat dibandingkan dengan haji reguler yang dapat mencapai 26 tahun.
Menurut Dani Pramudya, masa antrean haji khusus berkisar antara lima hingga enam tahun, yang merupakan keuntungan signifikan bagi calon jamaah yang ingin segera menunaikan ibadah haji. Selain itu, waktu lamanya ibadah haji khusus juga lebih singkat, menawarkan fleksibilitas bagi jamaah dengan keterbatasan waktu.
Sumber: AntaraNews