Muncul Video ‘Gerakan Pemuda Bertopeng’ di Arab Saudi, Kritik Keras Pemerintah Sampai Serukan Penggulingan Pangeran MBS
Sejumlah video diunggah ke media sosial menuduh adanya korupsi dan penindasan kebebasan di Arab Saudi.
Belakangan muncul video-video 'Gerakan Pemuda Bertopeng' di Arab Saudi, berisi kritik terhadap pemerintah negara kerajaan tersebut. Mereka mengungkap ketidakpuasan terhadap standar hidup di Arab Saudi. Mereka juga menyerukan agar penguasa de facto, yakni Putra Mahkota Pangeran Muhammad bin Salman (MBS), digulingkan dari jabatannya.
Bentuk protes tersebut diunggah oleh para pemuda dengan wajah dan matanya yang ditutup keffiyeh atau kain lainnya dan kacamata, serta suaranya yang diubah. Hal ini menarik perhatian mengenai apa yang mereka katakan tentang kondisi kehidupan di sana. Mereka mengatakan kondisi Arab Saudi memburuk dan mengalami kekurangan peluang ekonomi di tengah pengeluaran negara untuk acara hiburan mewah dan proyek-proyek besar.
Klip-klip tersebut sebagian besar diunggah di akun-akun anonim di Tiktok dan telah dibagikan ulang pada beberapa platform media sosial.
“Hari ini kita menyaksikan gerakan kuat yang dipimpin oleh pemuda merdeka dari bagsa kita, dengan berani menyuarakan hak-hak yang sah; kebebasan dan hak untuk menentukan nasib kita sendiri,” tulis seorang pengguna, seperti dikutip dari Middle East Eye, Selasa (3/6).
Yang lain mengatakan video tersebut merupakan hasil dari kekecewaan dalam negeri yang semakin meningkat, dan mengatakan sosok-sosok bertopeng itu berbicara mewakili suara-suara yang ditekan di dalam kerajaan.
“Mendukung yang tertindas dan mencapai tuntutan rakyat dan menggulingkan tiran yang telah mengubah negara ini seperti ladang pribadi yang dikuasai geng korup yang menghina rakyat, merampas hak mereka, dan menggunakan institusi militer serta aparat keamanan untuk menginjak-injak martabat mereka," tulis yang lainnya.
Sejak publikasi pertama pada pekan lalu, video-video baru mulai muncul untuk menyuarakan solidaritasnya dengan individu bertopeng itu. Banyak juga orang lain yang mengkritik kepemimpinan Arab Saudi.
“Pemerintah ini telah mempermalukan saya. Menaikkan harga bahan bakar, biaya makanan, dan semua bencana terus terjadi,” kata seorang pria bertopeng dari Arar, Arab Saudi utara.
“Saudaraku, bicaralah. Adapun kalian para buzzer rezim dengan akun palsu kalian… gerombolan kotor ini menyerang segalanya. Bahkan jika kalian mengunggah sebuah ayat dalam Al-Quran, mereka tetap menyerang kalian!... Dan menyebarkan kebohongan keji,” jelas dia seperti dikutip dari akun @WarfareAnalysis di X.
Ia juga pengutuk putra mahkota dengan mengatakan, “Semoga laknat Allah menimpa Bin Salman, kakeknya Abdulaziz, dan Inggris, yang membawa mereka ke sini.”
Pesan yang tersirat pada gerakan ini adalah mengenai penindasan kebebasan dan pandangan bahwa pengeluaran publik untuk konser, festival, klub malam, dan megaproyek, sudah menjadi ciri khas program Visi 2030 sang putra mahkota yang ambisius. Hal ini terjadi dengan mengorbankan layanan dasar dan ekonomi publik negara tersebut.
Reporter Magang: Devina Faliza Rey