Arab Saudi Minta Trump Penuhi Syarat Ini Saat Kunjungan Kenegaraan
Donald Trump dijadwalkan melakukan kunjungan kenegaraan ke Arab Saudi bulan ini.
Arab Saudi secara resmi meminta Amerika Serikat untuk tidak memasukkan pembahasan normalisasi hubungan dengan Israel dalam agenda kunjungan Presiden Donald Trump bulan ini. Permintaan ini disampaikan Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Pangeran Faisal bin Farhan al-Saud, saat kunjungannya ke Washington D.C. bulan lalu untuk membahas rencana kunjungan Trump. Demikian diungkapkan dua pejabat Saudi yang mengetahui hal tersebut kepada Middle East Eye.
Kunjungan Trump yang berlangsung dari tanggal 13 hingga 16 Mei ini akan mencakup Arab Saudi, Qatar, dan Uni Emirat Arab, dengan tujuan memperkuat hubungan dan membahas berbagai isu regional dan internasional, termasuk kesepakatan senjata senilai lebih dari USD100 miliar.
"Arab Saudi serius untuk tidak tertipu dengan hal apa pun yang berkaitan dengan Israel selama kunjungan mendatang. Hal itu telah dijelaskan di DC," kata seorang pejabat Arab kepada Middle East Eye, dikutip Selasa (6/5).
Pangeran Farhan bertemu dengan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio di Departemen Luar Negeri pada tanggal 9 April. Pertemuan tersebut bersifat terbuka, tetapi Arab Saudi yang menetapkan aturan dasar untuk mencegah diskusi tentang normalisasi sebelum kunjungan Trump belum pernah dilaporkan sebelumnya.
Kedutaan Besar Saudi di Washington tidak menanggapi permintaan komentar MEE.
Seorang pejabat Arab kedua mengatakan kepada MEE, Farhan meninggalkan pertemuan tersebut karena merasakan adanya ketidakefektifan di Departemen Luar Negeri AS. Farhan mengatakan kepada para pejabat setelahnya bahwa Rubio dan departemennya telah sepenuhnya "dipinggirkan" dari pengambilan keputusan oleh Trump.
Putra mahkota Arab Saudi, Pangeran Muhammad bin Salman atau MBS secara terbuka menuduh Israel melakukan genosida di Gaza, di mana lebih dari 52.000 orang telah terbunuh, sebagian besar wanita dan anak-anak.
Trump secara terbuka mendukung keputusan Israel untuk menarik diri dari gencatan senjata pada bulan Januari dan kembali berperang di Gaza.Namun, menjelang kunjungannya ke negara Teluk, Trump mengubah nada bicaranya terkait isu Gaza.
"Kita harus bersikap baik kepada Gaza... Orang-orang ini menderita," kata Trump kepada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pekan lalu.