Peringatan Keras PBB, Perang AS-Israel ke Iran Potensi Sebabkan Kelaparan Global Level Tertinggi
PBB mengeluarka peringatan konflik timur tengah bisa memicu efek domino yang signifikan di seluruh dunia. Termasuk kelaparan di tingkat tertinggi.
Eskalasi konflik timur tengah kian meningkat. Terlebih pejabat keamanan nasional Iran Ali Larijani tewas dalam serangan yang dilancarkan Amerika Serikat (AS) ke Teheran.
Perang yang sudah memasukin pekan ketiga ini memicu kekhawatiran dari Program Pangan Dunia (World Food Programme/WFP) yang merupakan bagian dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). PBB mengeluarkan peringatan bahwa konflik yang terjadi di Timur Tengah dapat menyebabkan tingkat kelaparan global mencapai angka tertinggi dalam sejarah, Selasa (17/3).
"Jika konflik Timur Tengah berlanjut hingga Juni, tambahan 45 juta orang dapat terdorong ke dalam kelaparan akut akibat kenaikan harga," ungkap Wakil Direktur Eksekutif WFP, Carl Skau, dalam sebuah konferensi pers yang diadakan di Jenewa, Swiss.
Menurut Skau, dampak dari konflik tersebut telah menciptakan efek domino yang signifikan terhadap operasi kemanusiaan di seluruh dunia. Rantai pasokan WFP, misalnya, mengalami gangguan terparah yang pernah ada sejak pandemi Covid-19 dan krisis di Ukraina, seperti yang dilaporkan oleh Antara News pada Kamis (19/3).
Dengan meningkatnya kekerasan di Timur Tengah yang kini telah memasuki pekan ketiga, banyak operasi bantuan yang mengalami peningkatan dalam durasi pengiriman serta biaya yang lebih tinggi, jelas Skau.
WFP, yang setiap harinya mengoperasikan ribuan truk, kini menghadapi kenaikan biaya pengiriman sebesar 18 persen akibat lonjakan harga minyak. Sebagai konsekuensinya, lembaga ini terpaksa mengurangi jatah makanan bagi masyarakat yang berisiko kelaparan di Sudan.
Di Afghanistan, mereka hanya dapat membantu satu dari empat anak yang mengalami kekurangan gizi akut, yang merupakan pusat krisis malnutrisi terburuk di dunia saat ini. Skau juga menyuarakan keprihatinan mengenai terganggunya pasar pupuk global karena "hampir terhentinya" aktivitas di Selat Hormuz, jalur penting yang menyuplai seperempat kebutuhan pupuk dunia.
Dia menegaskan bahwa lonjakan biaya pangan dan bahan bakar di tingkat global dapat membuat jutaan keluarga tidak mampu membeli makanan pokok dan memperingatkan bahwa negara-negara yang sangat bergantung pada impor akan menjadi yang paling terdampak.