Nelayan Indramayu Terima Penghargaan Presiden Korea Selatan Usai Selamatkan Lansia
Sugianto dianggap telah mengorbankan keselamatannya demi menolong lansia yang terjebak di daerah pesisir yang terisolasi akibat kebakaran dan asap yang pekat.
Seorang nelayan dari Indramayu, Indonesia, yang bernama Sugianto, telah dianugerahi penghargaan presiden oleh Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung pada hari Jumat, 2 Januari 2026. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk penghargaan atas keberaniannya menyelamatkan tujuh orang lanjut usia saat kebakaran hutan melanda Yeongdeok, Provinsi Gyeongsang Utara, pada Maret 2025.
Dalam upacara resmi tersebut, tindakan Sugianto dianggap melampaui kewajiban, di mana ia mempertaruhkan keselamatannya sendiri untuk mengevakuasi para lansia dari daerah pesisir yang terisolasi akibat kobaran api dan asap yang tebal.
Menurut laporan dari Korea JoongAng Daily, respons cepat Sugianto telah membantu mencegah terjadinya korban jiwa di tengah situasi darurat yang melanda kawasan itu. Kebakaran hutan yang terjadi saat itu memaksa dilakukan evakuasi massal dan menyebabkan kerusakan yang signifikan pada permukiman warga, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia.
Terima kasih Negara
Dalam acara yang sama, Presiden Lee Jae Myung juga memberikan medali jasa kepada Kim Ui-jung, seorang pejabat dari Kementerian Perdagangan, Industri, dan Sumber Daya.
Kim Ui-jung diakui atas perannya dalam memajukan diskusi perdagangan antara Korea dan Amerika Serikat melalui inisiatif yang dikenal sebagai "MASGA" atau Make American Shipbuilding Great Again. Inisiatif ini berfokus pada kerja sama strategis dalam sektor perkapalan.
Pemerintah Korea Selatan menegaskan bahwa kedua penghargaan tersebut mencerminkan rasa terima kasih negara terhadap kontribusi nyata dalam bidang kemanusiaan dan diplomasi ekonomi. Pemberian penghargaan kepada individu asing seperti Sugianto juga dianggap sebagai simbol penghormatan terhadap solidaritas internasional dalam menghadapi bencana.