Aksi Kemanusiaan Sugianto Selamatkan Lansia di Korsel Bisa Jadi Contoh Bagi WNI di Negara Lain

Aksi heroik Sugianto selamatkan lansia saat kebakaran hutan di Korsel mengundang dekal kagum dan kebangaan.

Merdeka.com
Oleh Merdeka.com - Reporter
Aksi Kemanusiaan Sugianto Selamatkan Lansia di Korsel Bisa Jadi Contoh Bagi WNI di Negara Lain
Aksi Kemanusiaan Sugianto Selamatkan Lansia di Korsel Bisa Jadi Contoh Bagi WNI di Negara Lain (Merdeka.com)

Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Christina Aryani berharap pekerja migran di negara lain bisa mencontoh aksi kemanusiaan yang dilakukan Sugianto.

“Harapan kami, Sugianto menjadi contoh dan panutan bagi pekerja migran Indonesia lain yang juga sedang mencari nafkah di luar negeri,” kata Wamen Christina di Jakarta, Kamis (3/4). Dilansir Antara.

Sugianto, seorang nelayan asal Indonesia berusia 31 tahun. Namanya mendadak dibicarakan banyak orang setelah aksi heroiknya saat kebakaran hutan melanda desanya di Kabupaten Yeongdeok, Gyeongsang Utara, Korea Selatan, minggu lalu. 

Dia mengapresiasi aksi heroik yang dilakukan Sugianto, pekerja migran Indonesia, atas kontribusinya menyelamatkan seorang lanjut usia (lansia) saat kebakaran hutan di Kawasan Uiseong-gun, Gyeongbuk, Korea Selatan.

“Kami bangga dengan apa yang telah dilakukan Sugianto, kepeduliannya menunjukkan spirit kemanusiaan yang tinggi,” kata Wamen Christina di Jakarta, Kamis.

Christina juga mengapresiasi peninjauan kembali izin tinggal jangka panjang (F-2) dari Kementerian Kehakiman Korea Selatan kepada Sugianto.“Izin tinggal jangka panjang merupakan penghargaan atas aksi Sugianto yang dianggap berkontribusi bagi kepentingan umum di Korea Selatan,” ujar dia.

Sugianto merupakan pekerja migran sektor perikanan asal Indramayu, Jawa Barat. Saat kebakaran hutan yang terjadi di Kabupaten Uiseong pada Sabtu (22/3) menyebar ke desa pesisir di Yeongdeok, Sugianto, bersama kepala desa, bergerak cepat memperingatkan warga agar segera mengungsi.

Sugianto bahkan menggendong seorang lansia dengan mobilitas terbatas dan membawanya ke tempat aman di pemecah ombak sejauh 300 meter.

"Saya tidak berpikir apa pun saat itu. Yang ada di kepala saya hanyalah bagaimana caranya menyelamatkan para nenek dan penduduk secepat mungkin," ujar Sugianto kepada penyiar publik KBS. 

Dia berhasil membantu sekitar tujuh orang lanjut usia mengungsi dari kebakaran. Sugianto tak bisa mengingat seberapa jauh dia berlari di tengah kepanikan malam itu. Terkadang, dia harus menggendong lansia.

Keberaniannya tak luput dari perhatian publik dan pemerintah Korea Selatan. Kementerian Kehakiman kini mempertimbangkan untuk memberinya kualifikasi tinggal jangka panjang (F-2), sebuah visa yang memungkinkan seseorang untuk menetap lebih lama di negara tersebut.

Keputusan ini diambil setelah Menteri Kehakiman Kim Seok-woo menerima laporan tentang aksi heroik Sugianto.

Berdasarkan regulasi yang berlaku, visa F-2 dapat diberikan kepada individu yang telah memberikan kontribusi luar biasa bagi Republik Korea atau berperan dalam memajukan kepentingan publik.

Rekomendasi