Lumpuh Total, Gaza Sudah Kewalahan Dengan Bombardir dan Blokade Israel
Serangan bombardir dan blokade Israel menyebabkan infrastruktur kota-kota di Jalur Gaza di ambang kelumpuhan.
Kotamadya Jabalia di Jalur Gaza Utara berada di ambang kehancurkan karena Israel berulang kali melancarkan serangan di daerah tersebut. Demikian peringatan pejabat setempat.
Bulan lalu, pasukan Israel membombardir garasi utama Jabalia dan infrastruktur penting lainnya. Hal tersebut memperburuk kehancuran kantor pusat sebelumnya selama tahap awal perang pada 2023.
Garasi tersebut digunakan sebagai tempat parkir, untuk memasok dan memperbaiki ambulans, truk sampah, serta kendaraan penting lainnya. Tempat itu kini hancur sebagian karena serangan sebelumnya. Meskipun demikian, staf tetap melanjutkan operasi dengan sumber daya yang terbatas.
Pengungsi terpadat di dunia
Namun, setelah serangan terbaru, “kami hampir mengalami kelumpuhan total, bencana kesehatan dan infrastruktur,” kata Saadi al-Dabbour, direktur hubungan masyarakat di Jabalia, seperti dikutip Middle East Eye, Selasa (6/5).
Menurutnya, pemerintah kota di Gaza bertanggung jawab atas layanan vital yang menyelamatkan nyawa, seperti distribusi air bersih, pembuangan air limbah, pengelolaan sampah, pengawasan pasar, dan pembersihan jalan. Semuanya merupakan kebutuhan pokok yang tidak bisa ditangguhkan atau dihentikan.
Pemerintah Kota Jabalia melayani populasi sebanyak 240.000 orang, termasuk 110.000 orang yang tinggal di wilayah seluas 18 kilometer persegi, tempat ini dianggap sebagai salah satu kamp pengungsi terpadat di dunia.
Hancurnya 70 persen saluran air dan sumur
Menurut al-Dabbour, salah satu krisis paling ekstrem adalah kekurangan air yang parah, menyusul hancurnya lebih dari 70 persen saluran pipa air dan sumur di Gaza Utara akibat serangan bom Israel.
Situasi ini diperparah oleh kekurangan bahan bakar yang sangat dibutuhkan untuk mengoperasikan generator yang memberi daya pada beberapa sumur yang tersisa.
Menurut Kantor media pemerintah yang berpusat di Gaza, militer Israel telah menghancurkan 719 sumur air di Jalur Gaza sejak Oktober 2023. Dan pada 10 Maret, Israel menghentikan pasokan listrik yang tersisa ke Gaza. Hal tersebut memaksa pabrik desalinasi terbesar di daerah itu mengurangi produksinya.
Kehancurannya luar biasa
Dalam beberapa hari, serangan Israel juga menghentikan operasi pada fasilitas terbesar kedua karena kekurangan bahan bakar.
Menurut Dabbour, serangan terakhir yang terjadi pada 22 April memusnahkan lebih dari 90 persen kapasitas operasional Kota Jabalia.
“Serangan itu menghancurkan satu-satunya truk penyedot kami, sembilan dari sepuluh buldoser, satu truk tangki air berkapasitas lima meter kubik, dan merusak truk-truk pengangkut sampah lainnya,” kata dia.
Kesepuluh buldoser tersebut dibawa masuk ke Gaza dari Mesir selama jeda gencatan singkat pada Januari, dan selama periode itu, alat berat tersebut dioperasikan secara eksklusif oleh pekerja Mesir.
“Kami mengandalkan beberapa gerobak hewan untuk membersihkan sampah dan puing-puing di jalan. Namun, hewan-hewan pun menjadi lemah karena kelaparan," kata Dabbour.
“Kami mendesak pemerintah dan lembaga global untuk mendukung Gaza sebelum terlambat.”
Kekurangan bahan bakar
Pekan lalu, Israel menghantam buldoser di Kota Gaza dan Khan Younis yang digunakan untuk mencari korban selamat dan mengangkat jenazah yang telah lama terkubur, sehingga mereka bisa dimakamkan dengan layak.
Kekurangan bahan bakar semakin memperparah krisis bagi layanan kota.
“Delapan dari dua belas kendaraan pemadam kebakaran dan ambulans kami di Gaza Selatan tidak dapat beroperasi karena kami kehabisan bahan bakar,” kata Mahmoud Basel, juru bicara Pertahanan Sipil Gaza.
“Kami menerima banyak panggilan darurat dari orang-orang yang terjebak di gedung-gedung yang dibom, atau mereka yang terluka di jalan. Tetapi, hanya dengan empat kendaraan yang beroperasi, sangat sulit bagi kamu untuk menjangkau mereka semua,” tambahnya.
Juru bicara Pemerintah Kota Gaza, Asam al-Nabil mengatakan tentara Israel sengaja menargetkan jalan, taman, kebun umum, alun-alun, sumur air, dan saluran transmisi, sebagai upaya merampas seluruh akses warga Palestina terhadap air dan layanan penting lainnya.
“Lebih dari 75 persen sumur air utama di kota ini telah dihancurkan oleh serangan Israel. Dan lebih dari 100.000 meter linier saluran air telah rusak,” jelas dia.
Reporter Magang: Devina Faliza Rey