Jual Doa Buatan AI, Sejumlah Penipu Raup Untung Besar
Mereka menjual doa-doa tersebut dengan harga rata-rata 10 dolar AS, atau sekitar Rp145 ribu per doa
Kasus penipuan yang menarik perhatian publik terjadi di Brasil. Sebanyak 35 orang yang terlibat dalam skema penjualan doa yang dibuat oleh kecerdasan buatan (AI) telah ditangkap oleh polisi setempat.
Mereka menjual doa-doa tersebut dengan harga rata-rata 10 dolar AS, atau sekitar Rp145 ribu per doa. Kelompok penipu ini beroperasi dari Nilopolis, di wilayah Baixada Fluminense, Brasil, selama dua tahun sebelum akhirnya digerebek, sebagaimana dilaporkan oleh Oddity Central pada Minggu (19/20/2025).
Mereka menjalankan sistem call center yang menargetkan umat Katolik, menghubungi mereka melalui telepon untuk menggali informasi pribadi dan menawarkan doa khusus yang diklaim dapat menyembuhkan penyakit serta mendatangkan keberuntungan.
Beberapa korban mengaku terkesan dengan doa yang mereka terima, sehingga mereka membeli lebih banyak lagi. Banyak dari mereka yang rela mengeluarkan uang dalam jumlah besar karena yakin bahwa mereka sedang menerima bantuan dari kekuatan ilahi. Menurut Kepolisian Sipil Rio de Janeiro, kecerdasan buatan merupakan alat utama yang digunakan oleh para pelaku dalam menjalankan penipuan ini.
Doa Buatan AI
Dengan bantuan teknologi AI, mereka mampu membuat doa yang terdengar menyentuh dan terasa personal bagi setiap korban.
"Teknologi AI sebenarnya bisa membantu banyak orang, tapi di tangan yang salah justru menimbulkan masalah besar," kata pihak kepolisian.
Para pelaku berhasil menjaring korban melalui media sosial, di mana seorang "pendeta" palsu yang dianggap sebagai pemimpin kelompok rutin mengunggah pesan-pesan rohani dan mengajak pengguna untuk menghubunginya demi mendapatkan "mujizat" atau "wahyu ilahi".
Setelah korban terpengaruh, operator call center kemudian melanjutkan penipuan dengan menawarkan doa-doa yang dianggap ajaib tersebut.
Sebanyak 35 tersangka kini dihadapkan pada pasal penipuan dan konspirasi kriminal, dan polisi mengimbau korban lainnya untuk melapor ke Kantor Polisi Nilopolis agar laporan mereka dapat ditindaklanjuti.
Setelah melakukan penyelidikan lebih lanjut, pihak kepolisian menyimpulkan bahwa keberhasilan modus penipuan ini sangat dibantu oleh teknologi AI yang terus berkembang, yang mampu menyesuaikan gaya bahasa dengan setiap korban sehingga doa yang dihasilkan terdengar sangat meyakinkan.