Brasil Dilanda Banjir dan Longsor, 30 Orang Tewas dan Puluhan Masih Hilang
Tim penyelamat bersama anjing pelacak dikerahkan untuk mencari orang-orang yang terjebak akibat bencana banjir dan longsor di Brasil.
Hujan lebat yang melanda bagian tenggara Brasil telah menyebabkan banjir dan longsor yang parah di negara bagian Minas Gerais. Akibat kejadian ini, setidaknya 30 orang kehilangan nyawa, sementara 39 orang lainnya masih dinyatakan hilang hingga Selasa (24/2/2026).
Tim penyelamat terus berupaya di kota Juiz de Fora dan Ub, yang merupakan daerah yang paling parah terkena dampak. Sungai-sungai meluap, jalanan berubah menjadi arus lumpur berwarna cokelat, dan sedikitnya 12 rumah di area lereng bukit Juiz de Fora tersapu oleh longsoran tanah. Hingga saat ini, lebih dari 200 orang telah berhasil diselamatkan.
Petugas pemadam kebakaran, dengan bantuan anjing pelacak dan alat berat, bekerja keras untuk mencari korban yang mungkin terjebak di bawah reruntuhan. Dalam salah satu misi yang dramatis, seorang anak laki-laki berusia sekitar 10 tahun berhasil ditemukan hidup setelah pencarian selama dua jam.
Namun, harapan untuk menemukan lebih banyak korban selamat semakin menipis.
"Semakin lama waktu berlalu, semakin kecil peluang menemukan korban hidup," ungkap koordinator pertahanan sipil negara bagian.
Wali Kota Juiz de Fora, Margarida Salomao, telah menetapkan status darurat. Kota yang dihuni lebih dari 500.000 jiwa ini mencatat curah hujan tertinggi dalam sejarah untuk bulan Februari, mencapai 584 mm. Sekitar 440 warga terpaksa mengungsi, dan sekolah-sekolah pun diliburkan.
Presiden Luiz Inacio Lula da Silva menyatakan bahwa pemerintah akan memprioritaskan bantuan kemanusiaan, pemulihan layanan dasar, dan dukungan untuk rekonstruksi. Dalam beberapa tahun terakhir, Brasil sering mengalami cuaca ekstrem.
Para ahli berpendapat bahwa peningkatan frekuensi dan intensitas bencana ini sangat terkait dengan dampak dari krisis iklim.