Tim SAR gabungan tengah berupaya keras melakukan pencarian terhadap tiga warga yang dilaporkan tertimbun longsor di Kampung Condong, Desa Wargaluyu, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung. Peristiwa tragis ini terjadi pada Jumat (5/12) malam setelah wilayah tersebut diguyur hujan deras yang memicu pergerakan tanah. Upaya pencarian korban longsor Arjasari Bandung difokuskan pada area yang paling parah terdampak.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jawa Barat, Bambang Imanudin, menjelaskan bahwa pencarian dilakukan secara manual dengan dukungan personel gabungan dan anjing pelacak K9. Kondisi medan yang sulit dan cuaca yang tidak menentu menjadi tantangan utama bagi tim di lapangan. Prioritas utama adalah menemukan para korban secepat mungkin.
Meskipun alat berat belum bisa masuk ke lokasi karena akses yang terbatas, tim SAR tetap bekerja tanpa henti menggunakan alat mekanis sederhana. Bambang menegaskan bahwa kegiatan pencarian akan dihentikan sementara jika kondisi cuaca memburuk, seperti hujan deras atau gelap, demi keselamatan personel. Namun, pencarian korban longsor Arjasari Bandung akan segera dilanjutkan begitu kondisi memungkinkan.
Advertisement
Advertisement
Proses pencarian korban longsor Arjasari Bandung menghadapi kendala signifikan, terutama kondisi geografis dan cuaca ekstrem. Hujan deras yang terus-menerus dapat memicu longsor susulan, membahayakan tim penyelamat dan memperlambat upaya evakuasi. Tim SAR gabungan mengandalkan metode manual untuk menyingkirkan material longsoran, dibantu oleh anjing pelacak K9 yang memiliki kemampuan penciuman tajam untuk mendeteksi keberadaan korban.
Bambang Imanudin menyatakan, “Saat ini alat berat tidak bisa masuk, namun pencarian manual tetap dilakukan dibantu personel dan alat mekanis seperti alat konstruksi.” Pernyataan ini menunjukkan komitmen tim untuk terus bekerja meskipun dengan keterbatasan alat. Koordinasi antara berbagai unsur seperti BPBD, Basarnas, TNI, Polri, dan relawan sangat penting dalam operasi pencarian ini.
Selain itu, kondisi retakan di bagian mahkota tebing yang terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah hulu Sungai Cibodas menjadi perhatian serius. Bambang menambahkan, “Ini menjadi pelajaran bagi kita semua bahwa retakan seperti ini seharusnya diantisipasi lebih awal, termasuk percepatan pengalihan warga dari lokasi rawan.” Pencegahan dini dan edukasi masyarakat tentang potensi bencana menjadi kunci untuk mengurangi risiko di masa depan.
Advertisement
Advertisement
Bencana longsor di Arjasari Bandung ini tidak hanya menelan korban jiwa, tetapi juga menyebabkan kerusakan material yang parah. Sebanyak lima rumah dilaporkan mengalami rusak berat dan tertimbun material longsoran, tidak dapat dihuni lagi. Selain itu, sekitar 110 rumah lainnya di sekitar lokasi masih berpotensi terdampak, mengancam keselamatan penghuninya.
Total warga terdampak mencapai 400 orang dari 110 kepala keluarga yang kini harus mengungsi atau berada dalam kondisi rawan. “Total warga terdampak mencapai 400 orang dari 110 kepala keluarga,” kata Bambang, menyoroti skala dampak bencana ini. Pemerintah daerah dan lembaga terkait sedang berupaya keras untuk memastikan keamanan dan kebutuhan dasar para pengungsi terpenuhi.
Untuk meringankan beban warga, logistik berupa sembako, air mineral, dan kebutuhan dasar lainnya telah disiapkan oleh BPBD. Bantuan tambahan juga disalurkan oleh Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kabupaten Bandung. Distribusi bantuan ini dilakukan secara terkoordinasi agar tepat sasaran dan menjangkau semua warga yang membutuhkan di Arjasari Bandung.
Advertisement
Advertisement
Tiga warga yang dilaporkan masih tertimbun longsor dan menjadi fokus pencarian tim SAR adalah Alfa (13), Citra (20), dan Mak Aisyah (75). Mak Aisyah diketahui merupakan nenek dari Citra, yang kemungkinan besar berada dalam satu rumah saat longsor terjadi. “Sehingga, Citra dan Mak Aisyah kemungkinan berada dalam satu rumah saat longsor terjadi,” jelas Bambang, memberikan gambaran lokasi terakhir korban.
Pencarian terhadap ketiga korban ini menjadi prioritas utama bagi seluruh tim di lapangan. Keluarga korban terus diberikan dukungan dan informasi terbaru mengenai perkembangan pencarian. Harapan untuk menemukan mereka dalam keadaan selamat terus menyelimuti upaya pencarian yang tak kenal lelah ini.
Selain fokus pada pencarian, pemerintah juga memastikan ketersediaan logistik dan bantuan bagi warga terdampak. Posko pengungsian telah didirikan dan dilengkapi dengan fasilitas dasar untuk menampung warga yang rumahnya rusak atau berada di zona bahaya. Upaya pemulihan pasca-bencana juga mulai direncanakan untuk membantu masyarakat Arjasari Bandung bangkit kembali.
Advertisement
Sumber: AntaraNews