Hector Souto Perluas Talent Pool, Siapkan Pengembangan Timnas Futsal Indonesia Menuju Piala Dunia
Pelatih timnas futsal Indonesia, Hector Souto, fokus pada pengembangan timnas futsal Indonesia jangka panjang dengan memperluas talent pool, mempersiapkan skuad untuk Piala Dunia 2028 dan 2032.
Pelatih tim nasional futsal Indonesia, Hector Souto, saat ini memfokuskan perhatiannya pada upaya memperkuat kedalaman skuad Garuda. Langkah ini diambil untuk mencapai target jangka panjang, yaitu berlaga di Piala Dunia Futsal pada tahun 2028 dan 2032.
Souto berencana memperluas daftar pemain potensial menjadi 30 hingga 40 nama yang siap dipanggil kapan saja untuk memperkuat tim. Strategi ini diharapkan dapat menciptakan fondasi tim yang lebih solid dan berkelanjutan di masa depan.
Dalam Pemusatan Latihan (TC) singkat di Jakarta, Souto memberikan kesempatan kepada "tim keduanya" yang terdiri dari 19 pemain untuk menunjukkan kemampuan mereka. TC ini merupakan persiapan menuju Kejuaraan ASEAN Futsal 2026 di Thailand pekan depan.
Fokus Pembentukan Talent Pool Jangka Panjang
Dari 19 pemain yang mengikuti TC di Jakarta, hanya dua nama yang sebelumnya berpartisipasi dalam Piala Asia Futsal 2026, yaitu Dewa Rizki dan Yogi Saputra. Ini menunjukkan komitmen Souto untuk mencari talenta baru di luar pemain inti yang sudah ada.
Pelatih asal Spanyol itu juga memanggil pemain muda berusia 19 tahun, Muhammad Farhan, sebagai bagian dari strategi jangka panjang. Keputusan ini mencerminkan visi untuk mempersiapkan pemain muda sejak dini untuk kompetisi internasional.
Souto menjelaskan bahwa memasukkan pemain berusia 19, 21, atau 22 tahun saat ini merupakan investasi berharga bagi tim nasional. Mereka diharapkan akan mencapai usia emas dan performa puncak dalam enam hingga tujuh tahun ke depan, tepatnya menjelang Piala Dunia 2032.
Investasi Pemain Muda dan Tantangan Kompetisi Usia Dini
Pelatih Souto mengakui adanya tantangan dalam sistem kompetisi usia dini atau grassroots di Indonesia. Oleh karena itu, tim nasional merasa perlu untuk proaktif membantu pemain muda agar dapat berkembang dan promosi ke level yang lebih tinggi.
"Kami menyadari ada kekurangan jumlah pemain di rentang usia 18 hingga 24 tahun di PFL saat ini," ujar Souto. Ia juga mendorong klub-klub untuk lebih berani memberikan menit bermain kepada para pemain muda berbakat.
Pemberian kesempatan bermain yang lebih banyak di liga domestik akan sangat krusial bagi pengembangan skill dan pengalaman pemain muda. Ini sejalan dengan upaya pengembangan timnas futsal Indonesia untuk memiliki kedalaman skuad yang kuat.
Agenda Internasional dan Peningkatan Level Kompetitif
Visi Souto sejalan dengan Ketua Umum Federasi Futsal Indonesia (FFI), Michael Victor Sianipar, yang menyambut baik agenda internasional. Timnas senior dijadwalkan akan menjalani TC di Spanyol untuk melawan klub-klub divisi utama, termasuk Palma Futsal.
Selain itu, tim Garuda juga akan berpartisipasi dalam turnamen elit di Brasil pada bulan Oktober mendatang. Agenda ini merupakan kesempatan emas bagi para pemain untuk mendapatkan eksposur dan pengalaman bertanding di level tertinggi.
"Pergi ke Spanyol dan Brasil adalah eksposur terbaik yang bisa didapatkan oleh para pemain kita," kata Souto. Ia menambahkan bahwa ini adalah awal baru untuk terus meningkatkan level kompetitif Timnas Futsal Indonesia dan meyakinkan bahwa futsal adalah karier profesional yang menjanjikan.
Sumber: AntaraNews