Israr Megantara Diminta Lupakan Kegagalan Penalti di Final Piala Asia Futsal 2026

Pemain timnas futsal Indonesia, Israr Megantara, mengungkapkan pelatih Hector Souto memintanya segera melupakan kegagalan penalti krusial di final Piala Asia Futsal 2026, meski ia telah mencetak hat-trick.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Israr Megantara Diminta Lupakan Kegagalan Penalti di Final Piala Asia Futsal 2026
Pemain timnas futsal Indonesia, Israr Megantara, mengungkapkan pelatih Hector Souto memintanya segera melupakan kegagalan penalti krusial di final Piala Asia Futsal 2026, meski ia telah mencetak hat-trick. (AntaraNews)

Jakarta, 8 Februari 2026 – Timnas futsal Indonesia harus mengakui keunggulan Iran dalam final Piala Asia Futsal 2026 yang berlangsung di Indonesia Arena, Jakarta, Sabtu lalu. Pertandingan sengit tersebut berakhir dengan skor 5-5 di waktu normal dan perpanjangan waktu, sebelum Iran memastikan gelar juara ke-14 mereka melalui adu penalti dengan skor 5-4.

Salah satu momen krusial terjadi saat adu penalti, di mana pemain andalan Indonesia, Israr Megantara, gagal menuntaskan tugasnya sebagai algojo keenam. Kegagalan ini menjadi penentu kemenangan Iran, namun sang pelatih, Hector Souto, dengan tegas meminta Israr untuk segera melupakan insiden tersebut.

Meskipun demikian, penampilan Israr Megantara sepanjang laga final patut diacungi jempol. Ia berhasil mencetak hat-trick atau tiga gol yang membawa Indonesia menyeimbangkan kedudukan menjadi 5-5, menunjukkan kontribusi luar biasa dalam pertandingan puncak tersebut.

Pelatih timnas futsal Indonesia, Hector Souto, memberikan instruksi tegas kepada Israr Megantara untuk tidak berlarut dalam kekecewaan setelah kegagalan penalti di final Piala Asia Futsal 2026. Souto menekankan pentingnya melupakan kesalahan untuk terus maju.

“Karena dari sebelumnya coach selalu bilang, karena penalti itu cukup kamu yaudah datang, bola tendang dan habis itu lupain. Coach bilang mau kamu lupain atau I kill you (saya akan membunuhmu),” kata Israr menirukan ucapan sang pelatih setelah laga final. Pesan ini menunjukkan dukungan moral kuat dari pelatih kepada pemainnya.

Kegagalan Israr sebagai eksekutor keenam dalam adu penalti memang menjadi momen pahit, namun ia telah menunjukkan mental baja dengan mencetak tiga gol penting selama pertandingan. Timnas Indonesia sendiri berhasil mencatatkan sejarah sebagai runner-up Piala Asia Futsal untuk pertama kalinya.

Meski berakhir dengan kekalahan, Israr Megantara tampil impresif di final Piala Asia Futsal 2026 dengan torehan hat-trick ke gawang Iran. Tiga gol tersebut menambah koleksi golnya menjadi lima sepanjang turnamen, hanya selisih satu gol dari para top skor seperti Muhammad Osamanmusa (Thailand), Kazuya Shimizu (Jepang), dan Hossein Tayebi (Iran).

Pemain milik Cosmo JNE FC ini juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada seluruh pendukung timnas futsal Indonesia. Ia menegaskan bahwa perjuangan tim tidak akan berhenti di sini, melainkan akan terus berlanjut untuk masa depan.

Israr Megantara memiliki target pribadi yang ambisius, yaitu bermain di kompetisi futsal luar negeri atau abroad. Selain itu, ia juga bertekad untuk membawa timnas futsal Indonesia tampil di Piala Dunia Futsal, dengan edisi terdekat pada tahun 2028.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi