Israel Putus Pasokan Listrik dan Barang ke Gaza, Sengaja Bikin Warga Palestina Makin Kelaparan
Sebelumnya pada pekan lalu, Israel menghentikan pasokan barang ke Gaza.
Israel memutus pasokan listrik ke Gaza, yang berdampak pada pabrik desalinasi yang memproduksi air minum untuk sebagian wilayah Palestina tersebut. Keputusan ini disampaikan pejabat Israel pada Minggu (9/3).
Menteri Energi Israel bersurat kepada Perusahaan Listrik Israel berisi perintah agar perusahaan tersebut berhenti menjual listrik ke Gaza.
Wilayah dan infrastruktur di Gaza sebagian besar telah hancur, dan sebagian besar fasilitas, termasuk rumah sakit, sekarang menggunakan generator. Pemutusan pasokan listrik ini berdampak pada operasional pabrik desalinasi air yang menyediakan 18.000 meter kubik air per hari untuk wilayah Deir al-Balah di Gaza tengah, menurut Gisha (organisasi Israel yang didedikasikan untuk membela hak warga Palestina atas kebebasan bergerak).
Direktur Eksekutif Gisha, Tania Hary, menyampaikan pabrik tersebut diharapkan dapat beroperasi dengan generator dan menghasilkan sekitar 2.500 meter kubik air per hari, setara dengan jumlah air kolam renang olimpiade.
Hary mengatakan, pembatasan Israel terhadap pasokan bahan bakar yang masuk ke Jalur Gaza memiliki dampak yang lebih besar, dan kekurangan air merupakan masalah yang mengancam karena bahan bakar dibutuhkan untuk truk distribusi.
Sebelumnya pada pekan lalu, Israel menghentikan pasokan barang ke Gaza, mengulang kembali pengepungan yang diberlakukan Israel pada masa awal perang genosida.
Kebijakan Kelaparan Israel
Hamas menyebut langkah ini sebagai bagian dari “kebijakan kelaparan” Israel di mana negara penjajah tersebut sengaja membuat warga Palestina di Gaza kelaparan, dikutip dari Associated Press (AS), Senin (10/3).
Jubir Hamas, Hazem Qassam, menyatakan Israel “secara praktis” telah memutus aliran listrik sejak perang dimulai dan mengatakan keputusan terbaru itu sebagai bagian dari “kebijakan kelaparan” Israel, yang secara terang-terangan mengabaikan semua hukum dan norma Internasional.
Israel mendesak Hamas untuk menerima perpanjangan fase pertama gencatan senjata yang berakhir akhir pekan lalu. Israel ingin hamas membebaskan separuh dari tawanan yang tersisa sebagai imbalan atas janji untuk merundingkan gencatan senjata jangka panjang.Sebagai gantinya, Hamas ingin memulai negosiasi fase kedua gencatan senjata. Fase ini akan melibatkan pembebasan tahanan yang tersisa di Gaza, penarikan tentara Israel, dan perdamaian abadi. Hamas diyakini masih menahan 24 tawanan Israel yang masih hidup dan 35 jenazah lainnya.
Hamas telah memperingatkan penghentian pasokan listrik maupun barang ini akan mempengaruhi para tawanan, dan mengatakan mereka sudah menyelesaikan putaran terakhir perundingan gencatan senjata dengan mediator Mesir tanpa mengubah posisinya.
Reporter Magang: Devina Faliza Rey