Israel Klaim Berhasil Tewaskan Kepala Keamanan Iran Ali Larijani
Militer Israel mengklaim menewaskan Ali Larijani dalam serangan udara di Teheran. Iran belum memberikan tanggapan resmi atas klaim tersebut.
Militer Israel pada Selasa mengklaim telah menewaskan Ali Larijani, yang disebut sebagai Kepala Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, melalui serangan udara di sekitar Teheran.
Dalam pernyataan resmi yang dirilis militer Israel, operasi itu disebut sebagai serangan presisi yang menargetkan Larijani.
Pihak militer menyatakan bahwa tokoh tersebut “dieliminasi” dalam operasi udara yang dilakukan di wilayah ibu kota Iran.
Mengutip Middle East Monitor, Rabu (18/3/2026), Israel juga menggambarkan Larijani sebagai sosok yang memiliki pengaruh besar dalam struktur pemerintahan Iran, bahkan disebut berperan sebagai pemimpin de facto di negara tersebut.
Israel Sebut Operasi Udara Bersifat Presisi
Klaim mengenai kematian Larijani sebelumnya juga disampaikan oleh Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz.
Ia menyatakan bahwa serangan tersebut dilakukan pada malam sebelumnya sebagai bagian dari operasi militer yang tengah berlangsung.
Namun hingga laporan ini disampaikan, pemerintah Iran belum memberikan pernyataan resmi terkait klaim tersebut.
Situasi di kawasan Timur Tengah dalam beberapa waktu terakhir memang memanas setelah Israel dan AS melancarkan serangan terhadap Iran sejak 28 Februari.
Konflik Picu Serangan Balasan Iran
Dalam rangkaian operasi militer tersebut, sekitar 1.300 orang dilaporkan tewas. Korban yang dilaporkan termasuk Pemimpin Tertinggi Iran saat itu, Ali Khamenei.
Sebagai respons atas serangan tersebut, Iran meluncurkan serangan balasan menggunakan drone dan rudal yang menargetkan wilayah Israel serta beberapa negara di kawasan Timur Tengah.
Serangan tersebut juga dilaporkan menyasar sejumlah negara seperti Jordan, Irak, serta beberapa negara Teluk yang menjadi lokasi pangkalan militer Amerika Serikat.
Serangan balasan itu dilaporkan menyebabkan korban jiwa, kerusakan pada infrastruktur, serta mengganggu aktivitas penerbangan dan memicu ketidakstabilan di pasar global.