Tangan Kanan Khamenei, Sosok Ali Larijani Pejabat Kemanan Iran Sarjana Matematika Gugur dalam Serangan AS
Ali Larijani merupakan tokoh penting yang memiliki pengaruh besar di Iran. Berikut adalah informasi lengkap mengenai profilnya.
Salah satu tokoh berpengaruh di Iran, Ali Larijani gugur dalam serangan yang dilancarikan Amerika Serikat (AS), Rabu (18/3). Larijani gugur saat mengujungi anaknya di Teheran.
Selain Larijani, putranya yang bernama Morteza Larijani serta kepala keamanannya juga tewas dalam serangan yang sama. Nantinya, rosesi pemakaman Larijani dan putranya direncanakan berlangsung bersamaan dengan pemakaman para perwira angkatan laut Iran yang gugur dalam insiden terpisah, terkait tenggelamnya kapal perang IRIS Dena di perairan lepas Sri Lanka, sebagaimana disampaikan oleh kantor berita Fars News Agency.
Larijani sendiri, pria berusia 67 tahun itu merupakan sosok penting di Iran. Ia dikenal sebagai pejabat tertinggi dalam bidang keamanan nasional dan juga sebagai orang yang secara de facto mengendalikan pemerintahan, terutama setelah tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, dalam serangan pada 28 Februari lalu, seperti yang dikutip dari laman New York Times pada Rabu (18/3).
Setelah peristiwa tersebut, Larijani menjadi salah satu suara utama pemerintah Iran, dengan konsisten menyampaikan penolakan terhadap Amerika Serikat dan Israel, baik melalui pernyataan resmi maupun di media sosial.
Pada Rabu dini hari waktu setempat, media pemerintah Iran mengonfirmasi kematian Larijani, menyebutnya sebagai "martir".
Salah Satu Orang Kepercayaan Ali Khamenei
Sebagai salah satu orang kepercayaan terdekat Khamenei, Larijani berada dalam lingkaran elite yang bertanggung jawab untuk merancang skenario kelangsungan pemerintahan jika terjadi kekosongan kepemimpinan. Ia dikenal memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas Republik Islam, terutama di tengah tekanan dari luar negeri.
Larijani berasal dari keluarga yang memiliki latar belakang politik dan religius yang kuat, serta memiliki pengalaman panjang dalam dunia politik Iran. Selama 12 tahun, ia menjabat sebagai Ketua Parlemen dan berperan sebagai salah satu arsitek kebijakan luar negeri Iran, termasuk dalam negosiasi nuklir dengan negara-negara Barat.
Pada tahun 2021, Larijani juga diberikan kepercayaan untuk memimpin negosiasi kesepakatan strategis jangka panjang dengan China, yang berlangsung selama 25 tahun dan bernilai miliaran dolar. Kesepakatan ini menjadi salah satu pilar penting yang menopang ekonomi Iran di tengah sanksi yang diberlakukan oleh Barat.
Kematian Larijani dipandang sebagai sebuah kehilangan besar bagi struktur kekuasaan di Iran, dan hal ini berpotensi mengubah dinamika politik internal negara tersebut, terutama di tengah eskalasi konflik yang masih berlangsung. Perannya yang strategis dalam berbagai kebijakan dan negosiasi internasional menjadikannya sosok yang sulit untuk digantikan.