Israel 'Dilumat Api Neraka', Dua Hari Kebakaran Hutan Makin Menggila
Perdana Menteri Netanyahu mengumumkan status darurat nasional, dengan korban luka mencapai puluhan orang.
Kebakaran besar terus berkobar di area sekitar Yerusalem yang diduduki untuk hari kedua berturut-turut, setelah jalan-jalan utama ditutup dan ribuan warga Israel dievakuasi dari beberapa permukiman.
Beberapa jalan yang sempat ditutup karena api semakin meluas telah dibuka kembali. Para pemukim juga telah diizinkan kembali ke rumah-rumah mereka sementara petugas pemadam kebakaran Israel berupaya mengendalikan api.
"Semua rute telah dibuka kembali untuk lalu lintas," kata polisi Israel dalam sebuah pernyataan, dikutip dari The Cradle, Jumat (2/5).
Lebih dari 160 tim darat dan belasan pesawat telah dikerahkan untuk memadamkan api. Puluhan orang termasuk petugas pemadam kebakaran dilaporkan mengalami luka bakar dan sesak napas.
Setidaknya 19.000 dunam lahan atau sekitar 2.500 hektar, termasuk seluruh taman, hutan, dan cagar alam telah dilalap api. Ribuan hektar lahan telah hancur dan beberapa area masih terbakar.
Ukraina, Spanyol, Prancis, Rumania, Kroasia, Italia, dan Siprus berjanji untuk mengirim pesawat guna membantu memadamkan api. Semua acara dan perayaan untuk "Hari Kemerdekaan" Israel dibatalkan.
Pemerintah Israel dituduh menganggap enteng ancaman kebakaran hutan selama beberapa tahun terakhir.
Ketua Asosiasi Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Udara Israel, Dov Ganem menyampaikan kepada kantor berita Walla, peringatan selama 18 tahun tentang kurangnya kesiapan untuk menangani kebakaran hutan telah disambut dengan "ketidakpedulian" dari para pembuat kebijakan.
Salahkan Warga Palestina
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu mengatakan dalam sebuah pernyataan pada Kamis (1/5), 18 orang telah ditangkap atas dugaan pembakaran.
Kebakaran itu "bukan hal yang sederhana, ada kerusakan pada alam dan juga kerusakan pada manusia, dan saat ini kami menahan 18 orang yang diduga melakukan pembakaran, salah satunya tertangkap basah," kata Netanyahu, seraya menambahkan ia "yakin bahwa kami akan berhasil menghadapi tantangan ini juga. Kami melakukan segala yang kami bisa untuk menggagalkan kebakaran dan merehabilitasi apa yang telah hancur."
Menurut Yedioth Ahronoth, seorang warga Palestina di Yerusalem ditangkap saat mencoba membakar area terbuka.
Terlepas dari klaim Netanyahu, sumber kepolisian mengatakan kepada media berbahasa Ibrani tersebut, hanya tiga orang yang telah ditahan atas dugaan pembakaran. Sumber tersebut mengatakan ketiga orang tersebut diduga mencoba melakukan pembakaran lain dan tidak terlibat dalam kebakaran besar di dekat Yerusalem.
Menanggapi tuduhan pembakaran, Ramy Abdu dari Euro-Mediterranean Human Rights Monitor mengatakan, “Propaganda Israel telah memilih untuk menyalahkan kegagalannya pada orang Palestina.” Dia mengatakan, Dana Nasional Yahudi (JNF)- menanam pohon-pohon yang tidak berasal dari wilayah tersebut yang tidak cocok dengan iklim bertujuan untuk menutupi jejak Nakba atau pengusiran paksa 750.000 warga Palestina saat negara Israel terbentuk pada 1948.
"Netanyahu-lah yang memilih untuk menghabiskan jutaan dolar untuk jet mewah pribadinya, ‘Wings of Zion,’ alih-alih berinvestasi pada pesawat pemadam kebakaran Supertanker. Para pemukimlah yang berulang kali tertangkap basah melakukan pembakaran – tindakan terorisme pembakaran rasis yang menargetkan tanah, rumah, dan mata pencaharian warga Palestina,” pungkasnya.