FOTO: Detik-Detik Serangan Udara Israel Bombardir Kamp Pengungsian Palestina di Jalur Gaza
Israel kembali membombardir kamp pengungsian Jalur Gaza. Serangan itu disertai ledakan dengan bola api, asap pekat, dan debu tebal yang membubung ke udara.
Negara zionis Israel kembali melancarkan serangan udara yang menyasar kamp pengungsian di Khan Younis, Jalur Gaza bagian selatan, pada Sabtu (19/4/2025). Serangan ini terjadi hanya dua hari setelah insiden serupa, pada 17 April, yang memicu kebakaran hebat dan menyebabkan puluhan orang tewas terpanggang.
Foto-foto yang diperoleh Reuters memperlihatkan serangan tersebut disertai ledakan dahsyat dengan bola api, asap pekat, dan debu tebal yang membubung ke udara. Warga sipil yang berada di kamp pengungsian tampak panik dan berlarian menyelamatkan diri di tengah kekacauan.
Kamp pengungsian yang menjadi sasaran diketahui menampung ratusan warga Palestina yang kehilangan tempat tinggal akibat konflik berkepanjangan.
Serangan ini semakin memperburuk kondisi kemanusiaan di Jalur Gaza yang telah berada dalam krisis akibat intensitas serangan militer sejak awal tahun. Komunitas internasional kembali mendesak diakhirinya kekerasan dan diberikannya perlindungan bagi warga sipil.
Lima orang, termasuk anak-anak dan perempuan, tewas dalam serangan yang menghantam tenda-tenda pengungsi di kawasan al-Mawasi, Khan Younis, Gaza selatan.
UNIFIL mengutuk serangan udara mematikan terhadap tentara Lebanon di selatan, menegaskan tindakan itu sebagai Pelanggaran Resolusi UNIFIL dan kedaulatan negara. Insiden ini memicu ketegangan di perbatasan.
Dalam percakapannya dengan Ketua Parlemen Lebanon, Nabih Berri, ia juga menegaskan tekad Iran untuk mewujudkan gencatan senjata di seluruh wilayah Lebanon.
Yordania mengecam keras Penyerbuan Masjid Al-Aqsa oleh pemukim Israel yang mengibarkan bendera, menyebutnya provokasi tak bisa diterima dan pelanggaran hukum internasional.
Agresi rezim Israel di Jalur Gaza terus memakan korban jiwa. Data terbaru menunjukkan jumlah korban tewas Gaza telah mencapai 72.938 orang, dengan ribuan lainnya terluka, memperparah krisis kemanusiaan.
Menteri Kesehatan Palestina Majed Abu Ramadan mengumumkan peluncuran kampanye donor darah 'Darah Kita Satu' untuk mendukung pasien dan korban luka di Jalur Gaza, memperkuat pasokan darah nasional, dan menyatukan solidaritas rakyat Palestina.
Relawan Flotilla Gaza dari Indonesia membeberkan pengalaman pahitnya, termasuk kekerasan fisik dan penahanan oleh pasukan Israel, setelah kapal kemanusiaan mereka di-intercept di Laut Mediterania.
Jumlah korban tewas di Jalur Gaza terus melonjak, kini mencapai puluhan ribu orang. Mayoritas korban adalah perempuan dan anak-anak, menunjukkan skala tragedi kemanusiaan.
Sembilan WNI peserta WNI Flotilla Gaza yang dibebaskan dari penahanan Israel kini menjalani serangkaian pemeriksaan di Turkiye, termasuk visum dan tes kesehatan, sebelum dapat kembali ke Indonesia.