Israel Terbakar Hebat di Hari Kemerdekaan, Ada Apa?
Kebakaran hutan hebat melanda Israel pada April 2025, memicu status darurat nasional dan dampak luas bagi masyarakat.
Kebakaran hutan melanda Israel. Kebakaran tersebut menjadi yang terbesar sepanjang berdirinya Israel di tanah Palestina.
Peristiwa tersebut hingga membuat Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengumumkan status darurat nasional. Tak cuma itu, Netanyahu bahkan mengemis meminta bantuan internasional buat mengirimkan pesawat pemadam api ke negeri zionis itu.
Petugas terkait terus berupaya memadamkan api yang terus berkobar di berbagai lokasi, terutama di sekitar Yerusalem dan Tel Aviv. Kebakaran ini bahkan dianggap lebih besar dibandingkan kebakaran besar yang terjadi di Gunung Carmel pada tahun 2010.
Informasi terbaru, puluhan orang, termasuk petugas pemadam kebakaran, mengalami luka-luka akibat menghirup asap berbahaya dan luka bakar. Simak informasi selengkapnya dilansir dari berbagai sumber, Jumat (2/5/2025).
Kebakaran Terbesar
Kebakaran hutan di Israel yang sedang terjadi telah melahap area seluas sekitar 25.000 dunam, setara dengan 25 juta meter persegi atau 2500 hektare. Ini menjadikannya sebagai salah satu kebakaran terluas dalam sejarah Israel.
Kawasan yang paling terdampak adalah sekitar Yerusalem dan Tel Aviv, di mana banyak lahan hutan yang hancur total. Canada Park, yang merupakan salah satu destinasi wisata alam, nyaris hancur akibat kebakaran ini.
Lebih dari 160 tim penyelamat dan pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan api. Namun, upaya ini tidak berjalan mulus. Cuaca kering dan angin kencang menjadi kendala utama dalam pemadaman.
Dalam situasi yang semakin genting, Israel juga meminta bantuan internasional, yang disambut oleh beberapa negara Eropa seperti Prancis dan Siprus yang mengirimkan pesawat dan helikopter pemadam kebakaran.
Terjadi di Hari Kemerdekaan Israel
Kebakaran hutan besar di Israel dimulai sejak Rabu, 30 April 2025, sekitar pukul 11:00 waktu setempat. Kebakaran ini terjadi di kawasan Pegunungan Yudea, terutama di Hutan Eshtaol dekat desa Neve Shalom, dan menyebar dengan cepat karena angin kencang dan kondisi cuaca yang panas dan kering
Kebakaran terjadi tepat di hari perayaan kemerdekaan Israel (dalam bahasa Ibrani: Yom Ha'atzmaut) yang dirayakan setiap tahun pada tanggal 5 Iyar dalam kalender Yahudi. Ini memperingati deklarasi kemerdekaan Israel pada tanggal 14 Mei 1948 (kalender Gregorian).
Karena kalender Yahudi berbeda dengan kalender Gregorian, tanggal perayaannya pun berubah-ubah setiap tahun. Untuk tahun 2025 ini, perayaan kemerdekaan Israel jatuh pada 1–2 Mei (dimulai pada malam 1 Mei hingga malam 2 Mei).
Akibat situasi darurat ini, pemerintah Israel membatalkan hampir semua acara publik yang direncanakan untuk merayakan Hari Kemerdekaan Israel ke-77, termasuk upacara penyalaan obor di Gunung Herzl, yang biasanya menjadi acara utama perayaan.
Sebagai gantinya, rekaman latihan upacara yang dilakukan sebelumnya ditayangkan di televisi nasiona.
Selain Yerusalem, kota-kota lain seperti Tel Aviv, Ashkelon, Beersheba, dan Modiin juga membatalkan perayaan mereka. Pihak berwenang juga menutup taman nasional dan hutan untuk umum serta memperingatkan masyarakat agar menjauhi area terbuka karena risiko kebakaran lanjutan. Demikian dilansir Times Of Israel.
Kebakaran ini juga mengakibatkan banyak warga Israel harus mengungsi dari rumah mereka. Jalan raya utama antara Yerusalem dan Tel Aviv ditutup, dan beberapa rute lainnya juga terpaksa ditutup demi keselamatan.
Puluhan orang terluka, dan situasi ini menjadi semakin mendesak ketika banyak di antara mereka adalah kelompok rentan seperti wanita hamil dan bayi.
Perdana Menteri Netanyahu mengumumkan status darurat nasional. Ia menekankan bahwa perlindungan terhadap Yerusalem adalah prioritas utama.
Militer dikerahkan untuk membantu upaya pemadaman dan penyelamatan. Tingkat kewaspadaan dinaikkan ke level tertinggi, dan polisi melakukan evakuasi terhadap penduduk di sepanjang rute yang terancam.
Penyebab dan Penyelidikan
Penyebab dari kebakaran ini masih dalam tahap penyelidikan. Meskipun ada banyak spekulasi dan tuduhan, termasuk teori konspirasi, investigasi resmi tetap berlangsung.
Sejarah menunjukkan bahwa sebagian besar kebakaran hutan di Israel disebabkan oleh ulah manusia, seringkali akibat kelalaian. Saat ini, situasi di lapangan masih sangat dinamis.
Informasi terbaru menunjukkan bahwa upaya pemadaman terus dilakukan, namun tantangan cuaca dan kondisi lapangan yang sulit tetap menjadi hambatan.